Proses perkembangan manusia dan tahap pertumbuhan

Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Manusia - Apa kalian ingat ukuran tubuh kalian 10 tahun yang lalu? Apakah sama dengan sekarang? Tentu saja tidak. Hal ini bisa terjadi karena manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dalam perjalanan hidupnya, manusia mengalami 2 fase pertumbuhan dan perkembangan, yaitu prakelahiran dan pascakelahiran.

Fase prakelahiran dilalui manusia di dalam rahim ibunya selama kurang lebih 9 bulan. Setelah dilahirkan, manusia masih akan mengalami pertumbuhan dengan melewati masa balita, masa anak-anak, masa remaja, masa dewasa, dan masa manula. Berikut penjelasan lebih lanjut menganai fase-fase dalam pertumbuhan dan perkembangan pada manusia.
Proses perkembangan manusia dan tahap pertumbuhan
pixabay.com

Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Manusia

Seperti telah disebutkan di atas, secara garis besar manusia mengalami 2 fase pertumbuhan, yaitu:

1.       Pertumbuhan dan perkembangan manusia dalam kandungan (perkembangan embrionik)

Perkembangan manusia prakelahiran diawali dengan proses pembuahan yang merupakan proses bertemunya sel telur (ovum) dari perempuan (ibu) dan sel sperma dari laki-laki (ayah). Pertemuan dan peleburan antara sel telur dan sperma akan membentuk sebuah sel baru yang disebut zigot. Dalam perkembangannya, zigot akan terus membelah diri menjadi banyak sel dan lama-kelamaan akan berkembang menjadi embrio.

Pertumbuhan dan perkembangan janin dapat dibagi menjadi 3, yaitu:

a.       Trimester Pertama

Tahap ini dimulai ketika zigot terbentuk sampai janin berusia 3 bulan. Panjang janin pada tahap ini kurang lebih 5,5 cm. Perkembangan yang terjadi di tahap ini terpusat pada organ otak, jantung, dan paru-paru.

b.      Trimester Kedua

Pada 3 bulan kedua, yaitu bulan keempat sampai keenam, janin semakin berkembang dan panjangnya bisa mencapai 19 cm. Di tahap ini, pertumbuhan terpusat pada anggota tubuh, seperti kaki, tangan, dan jari. Gerakan janin mulai aktif di tahap ini.

c.       Trimester Ketiga

Pada tahap ini pertumbuhan ukuran janin sangat cepat. Organ-organ tubuhnya pun sudah lengkap. Ukuran tubuh sudah seperti bayi. Menjelang kelahiran, umumnya janin sudah mencapai panjang 50 cm. Selama di kandungan, janin menerima makanan dan oksigen dari pasokan darah ibunya, namun darah janin tidak bercampur dengan darah ibu. Janin memiliki darah sendiri dan berhubungan dengan darah ibu melalui plasenta yang menghubungkan dinding rahim ibu dengan tali pusar janin.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang janin selama masa kehamilan yaitu zat makanan, obat-obatan, alkohol, dan gas-gas yang beredar di dalam plasenta ibunya.

2.       Pertumbuhan dan perkembangan manusia setelah kelahiran (perkembangan pascaembrionik)

Setelah bayi lahir, tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang akan dilalui adalah masa balita, masa anak-anak, masa remaja, masa dewasa, dan masa tua (manula).

a.       Masa Balita (0-5 tahun)

Balita adalah awal masa pertumbuhan di luar rahim. Masa balita merupakan tahap pertumbuhan bayi sampai 5 tahun. Pada tahap ini terjadi pertumbuhan yang sangat cepat. Ketika di dalam rahim, pertukaran gas terjadi melalui plasenta; namun ketika bayi sudah ada di luar rahin, pertukaran gas mulai terjadi di paru-paru. Selain itu, terdapat berbagai perkembangan yang terjadi. Bayi mulai bisa melakukan banyak gerakan (tengkurap, merangkak, berjalan, hingga berlari) dan mulai bisa berbicara.

Ciri-ciri balita:

i.         Mulai mengenal lingkungan sekitarnya.

ii.       Membutuhkan banyak perhatian dari orang tua.

iii.      Senang bermain dan cenderung keras kepala.

iv.     Manja.

v.       Hormon pertumbuhan masih terus meningkat.

b.      Masa Anak-Anak (6-10 tahun)

Masa anak-anak adalah perkembangan lebih lanjut dari masa balita. Pada masa ini, pertumbuhan fisik dan mental meningkat. Pertumbuhan ini meliputi tinggi badan, berat badan, perkembangan koordinasi otot, dan kemampuan mental.

Ciri-ciri masa anak-anak

i.         Mulai tanggalnya gigi susu dan mulai tumbuhnya gigi permanen.

ii.       Daya ingat kuat, secara umum dapat mematuhi perintah orang tua atau guru.

iii.      Mudah menghafal.

iv.     Berkurangnya sifat keras kepala dan lebih bisa menerima pengertian karena kemampuan logikanya mulai berkembang.

c.       Masa Remaja atau Pubertas

Masa remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, baik secara fisik maupun psikologis. Pada laki-laki, perkembangan ini berlangsung dari usia 11-16 tahun; sedang pada perempuan terjadi lebih cepat yaitu pada usia 10-15 tahun.

Masa pubertas adalah masa dimana organ-organ reproduksi mencapai kematangannya. Pada masa ini mulai ada rasa ketertarikan pada lawan jenis. Perkembangan pesat yang terjadi pada masa puber ini dipengaruhi oleh hormon seksual. Organ-organ reproduksi pun mulai berfungsi. Salah satu ciri masa pubertas adalah menstruasi pada perempuan dan kemampuan menghasilkan sperma pada laki-laki.

Ciri-ciri perubahan tubuh yang terjadi dapat dibedakan menjadi ciri kelamin primer dan ciri kelamin sekunder.

i.         Ciri kelamin primer

1)      Pada laki-laki:

-      Mulai matangnya organ kelamin terutama testis.

-      Testis dapat menghasilkan hormon testosteron yang berfungsi merangsang testis mengeluarkan sperma.

-          Mengalami mimpi basah.

2)      Pada perempuan:

-          Mulai matangnya organ kelamin yang ditandai dangan tumbuhnya rahim (uterus) dan indung telur (ovarium).

-          Ovarium akan menghasilkan sel telur (ovum) serta memproduksi hormon estrogen dan progesteron yang mempengaruhi perkembangan organ-organ perempuan. Hormon ini juga berperan dalam proses ovulasi (pematangan sel telur dan pelepasannya ke ovarium).

-          Mulai mengalami menstruasi.

ii.     Ciri kelamin sekunder

Ciri kelamin sekunder adalah ciri pada perubahan fisik.

1)      Pada laki-laki:

-          Tumbuh jakun.

-          Tumbuh kumis, jambang, dan rambut di ketiak dan di sekitar alat kelamin.

-          Suara membesar.

-          Pertambahan tinggi dan berat tubuh.

-          Dada menjadi lebih bidang.

2)      Pada perempuan:

-          Payudara tumbuh membesar.

-          Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar alat kelamin.

-          Pinggul membesar.

Pertumbuhan fisik di masa remaja adalah yang paling pesat dibanding pertumbuhan di tahap-tahap lain dalam perkembangan manusia. Selain perubahan fisik, remaja juga mengalami perubahan psikologis menjadi lebih mantap. Pada akhir masa remaja, biasanya seseorang sudah tidak mudah terpengaruh serta sudah mampu menyeleksi dan memilih.

d.      Masa Dewasa (21 tahun ke atas)

Pada masa dewasa, perkembangan fisik sudah maksimal. Cara berpikir dan emosional juga mulai matang. Oleh karenanya, pada usia inilah manusia dianggap mencapai kematangan biologis untuk berkembang biak.

e.      Masa Tua (Manula)

Manusia memasuki masa lanjut usia ketika berumur 65 tahun ke atas. Pada tahap ini mulai terjadi banyak perubahan dalam tubuh karena proses penuaan mengakibatkan penurunan fungsi organ tubuh.

Ciri-ciri masa tua:

i.         Organ tubuh mulai berkurang kemampuannya.

ii.       Kulit keriput.

iii.      Gigi mulai tanggal dan tidak akan tumbuh lagi.

iv.     Rambut memutih dan penglihatan mulai kabur.

v.       Pendengaran dan daya tubuh berkurang.

vi.     Reaksi semakin lambat

vii.    Pada perempuan ditandai dengan menopause (berhentinya ovarium menghasilkan ovum sehingga menstruasi terhenti).

Perubahan pada tahap ini terjadi secara sangat lambat, sehingga banyak orang tidak menyadarinya selama bertahun-tahun.

Demikian artikel mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada manusia. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat memperluas wawasan kita mengenai pertumbuhan yang dialami manusia.

Belum ada Komentar untuk "Proses perkembangan manusia dan tahap pertumbuhan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel