Pengertian Puisi Kontemporer, Ciri dan Jenis

Saat ini dunia penulisan puisi semakin berkembang pesat seiring kemajuan dalam dunia teknologi. Salah satunya adalah puisi jenis kontemporer yang termasuk puisi bebas karena berusaha lepas dari ikatan aturan secara konvensioanl puisi itu sendiri. Meskipun puisi kontemporer terkesan aneh dan ganjil, namun secara sekilas jenis puisi ini mampu menarik khalayak pembaca.
Puisi kontemporer kerapkali menggunakan kata-kata yang kurang memperhatikan sopan santun dalam berbahasa. Bahkan tak jarang yang memasukkan kata kasar, ejekan, makian, sindiran, dan lain sebagainya. Hal ini karena pemakaian kata simbolik atau lambang intuisi, irama, gaya bahasa dalam puisi jenis ini dianggap sudah tidak penting lagi. Berikut adalah pengertian, ciri, dan jenis kontemporer.
Pengertian Puisi Kontemporer, Ciri dan Jenis
Puisi gelas pecah pixabay.com

Pengertian Puisi Kontemporer
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kontemporer berarti waktu kini. Puisi kontemporer lebih diartikan sebagai puisi yang diciptakan oleh waktu masa kini. Maka tak heran jika puisi jenis ini terlihat kekinian dari kebebasan pembuatannya, karena kosa kata puisi tidak terikat lagi pada bentuk dan rima. Tujuan pembuatan puisi ini adalah untuk menyampaikan gagasan.

Ciri-Ciri Puisi Kontemporer

  • Penulisan kata, baris, dan baik menyimpang dari penulisan puisi

  • Tipografi atau bentuk penulisan terkesan unik

  • Menampilkan kemerduan bunyi

  • Menggunakan idion yang tidak lazim atau inkonvensional

  • Menggunakan gaya bahasa paralelisme yang dikombinasikan dengan gaya bahas hiperbola

  • Terdapat banyak pengulangan kata, frasa, dan kelompok kata yang tidak wajar

  • Terkadang mencampurkan kata atau kalimat bahasa Indonesia dengan kata atau kalimat dari bahasa lain, seperti bahasa asing maupun bahasa daerah

  • Terlihat kemacetan bunyi dan bahkan hampir tidak dapat dibaca, karena hanya berupa tanda Tanya yang disejajarkan

Jenis-jenis Puisi Kontemporer

1.      Puisi Mbeling

Arti kata mbeling berasal dari bahasa Jawa yang berarti nakal atau sulit diatur. Rupanya arti kata mbeling ini sangat sesuai dengan karakteristk puisi kontemporer. Adapun ketentuan umum di dalam penulisan puisi tidak berlaku pada puisi mbeling atau dengan kata lain puisi mbeling tidak mengikuti aturan.

Ciri-ciri khsa puisi mbeling, biasanya berisi kritik sosial untuk pemerintahan, penulis lebih mengutamakan unsure kelakar tanpa unsure tersirat, dan juga digunakan untuk menyindir penyair puisi jenis yang lain. Berikut ini contoh dari puisi mbeling:

Kesejukan

kesejukan

di tengah kota

pasti AC

kesejukan

di tengah kampung

sepoi angin

yang satu

membuang uang

karena kebutuhan

yang satu

gratis menyehatkan



2.      Puisi Mantra

Puisi mantra merupakan jenis puisi yang berkaitan dengan salah satu jenis puisi lama yakni mantra. Puisi mantra diperkenalkan oleh Sutardji Calzoum Bachri. Adapun karakteristik dari puisi ini adalah digunakan untuk menghubungkan dengan dunia misteri, disajikan untuk menimbulkan efek tertentu, dan mampu memberikan efek kemanjuran.

Berikut ini salah satu contoh puisi mantra karya Sutardji Calzoum Bachri:

Shang Hai

ping di atas pong

pong di atas ping

ping ping bilang pong

pong pong bilang ping



mau pong? bilang ping

mau mau bilang pong

mau ping? bilang pong

mau mau bilang ping

ya pong ya ping

ya ping ya pong

tak ya pong tak ya ping

ya tak ping ya tak pong

sembilu jarakMu merancap nyaring







3.      Puisi Konkret

Puisi konkret adalah jenis puisi yang menunjukkan pada tampilan grafis susunan katanya. Susunan grafis tersebut bisa menyerupai gambar tertentu, misal gambar cinta (love), gambar pohon), gambar orang, gambar rumah, dan lain sebagainya. Dari segi bentuk penulisan puisi ini memang sangat menarik dan mengundang pembaca karena terkesan begitu unik.

4.      Puisi Minim Kata

Puisi minim kata termasuk jenis puisi kontemporer yang sangat minim kata dalam penggunaan kata atau penyampaian ekspresi. Biasanya puisi ini dilengkapi simbol  lain berupa huruf, garis ataupun tanda baca. Berikut adalah contoh puisi minim kata.

Reformasi

RR R

RRRRR

R

RRRRRRRRR

RRRRRRRRR

RRRRRRRR

!! REFORMASI !!

5.      Puisi Tanpa Kata

Puisi kontemporer jenis tanpa kata memang tidak menggunakan kata-kata dalam mengungkapkan ekspresinya. Namun sebagai penggantina akan digunakan garis, titik, simbol, huruf tertentu, seperti contoh berkut ini:

mati
———————m—————-

———-a—————————-

—————————-t———-

—————i—————-i!!!!!!!!!!



6.      Puisi Multi Lingual

Puisi multi lingual merupakan jenis puisi kontemporer yang menggunakan kata atau kalimat dalam berbagai bahasa, seperti bahasa asing, bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Berikut adalah contoh dari puisi multi lingual.

Merapi

merapi….

gagah bak penguasa

asap putih memayungimu

lebat hutan pengawalmu

sejarah laharmu abadi kini

merapi….

seumpamane kowe bisa nguri-uri

kabeh sing kaleksana ing tanah Jawi

prilakune manungsa

becik lan ora

marang alam

karunia sang Illahi

7.      Puisi Supra Kata

Puisi supra kata menggunakan kata-kata konvensional dan memiliki susunan yang dijungkirbalikkan, sehingga mampu menciptakan kosakata baru yang belum ditemukan sebelumnya. Puisi ini lebih menonjolkan aspek bunyi dan ritme yang membuat penulisannya mirip dengan puisi mantra, karena digunakan untuk merangsang timbulnya suasana magis.

8.      Puisi Idiom Baru

Puisi idiom baru adalah jenis puisi yang menerapkan ungkapan dengan cara baru, sehingga akan mengandung nyawa baru. Idiom yang digunakan di dalam puisi adalah jenis idiom yang jarang digunakan agar memiliki kesan terbaru dan menarik perhatian pembaca.

Demikian ulasan tentang pengertian, ciri, dan jenis puisi kontemporer beserta dengan contohnya. Semoga dapat menambah wawasan Anda dalam pengetahuan puisi, sekaligus belajar membuat puisi dengan tema bebas.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Puisi Kontemporer, Ciri dan Jenis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel