Rukun dan Syarat Nikah dalam Islam yang Wajib Kamu Ketahui

Rukun dan Syarat Nikah - Menikah merupakan kata kerja yang terbentuk dari kata dasar nikah. Nikah sendiri dalam kamus besar bahasa indonesia memiliki arti ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Dalam agama islam, menikah tidak bisa dilakukan asal-asalan. Terdapat rukun dan syarat yang wajib diketahui serta dilaksanakan untuk umat muslim baik yang belum maupun yang sudah melakukan pernikahan.

Sebelum mengupas tuntas mengenai rukun dan syarat pernikahan alangkah baiknya untuk mengetahui manfaat yang dapat diambil dari sebuah pernikahan, yaitu:

Menjauhkan diri dari perbuatan zina
Di zaman yang serba modern seperti ini, pergaulan semakin bebas dan sulit untuk dikendalikan. Pada realitanya pergaulan antara perempuan dan laki-laki yang bukan muhrim kebanyakan sudah kelewat batas. Kelewat batas dalam hal ini yaitu menjurus pada perbuatan zina. Dengan adanya pernikahan, hubungan  antara satu perempuan dan laki-laki pun menjadi halal dan akan terbebas dari dosa zina.

Meningkatkan ibadah kepada Allah SWT
Menikah dapat digunakan sebagai ladang untuk menmbah keimanan seseorang. Dengan menjalin rumah tangga yang baik, pahala akan senantiasa mengalir untuk diri seorang hamba.

Memiliki keturunan
Tak bisa dipungkiri, tujuan menikah salah satunya adalah untuk memiliki keturunan. Anak menjadi harta yang sangat berharga bagi setiap keluarga. Keberlangsungan manusia pun sangat ditentukan oleh adanya keturunan..

Mendapat kesenangan dan kenyamanan
Menikah menjadi salah satu cara untuk mendapatkan ketenangan jiwa. Dengan adanya pendamping hidup diharapkan dapat saling memberikan kenyamanan dan kesenangan.

Setelah mengetahui manfaat menikah yang sangat luar biasa, tentu tak ada lagi alasan bagi umat muslim untuk tidak menikah. Namun sebelumnya perlu diketahui bahwa adanya rukun dan syarat menikah dalam islam yang wajib dipahami.
Rukun dan Syarat Nikah dalam Islam yang Wajib Kamu Ketahui

Rukun nikah dan Syarat sahnya
Rukun nikah adalah sesuatu yang wajib dipenuhi apabila menginginkan pernikahan yang sah dimata agama. Dalam islam rukun nikah ada 5 yaitu diantaranya:

a.       Ada mempelai pengantin pria

Jangan sampai, sudah mempersiapkan semua keperluan pernikahan tetapi pengantin pria malah membatalkan atau tidak siap dengan adanya pernikahan. Pengantin pria wajib ada saat  melangsungkan sebuah pernikahan. Tanpa adanya pengantin pria, pernikahan dianggap tidak sah baik secara hukum maupun agama.

Syarat sah pengantin pria yaitu:

·         Memeluk agama islam

·         Baligh

·         Tidak dalam ihram umrah atau haji

·         Menikah tanpa paksaan serta atas kemauan sendiri

·         Mengetahui perempuan yang akan menjadi pasangannya

·         Bukan mahram dengan calon mempelai perempuan (bukan saudara sedarah)

·         Tidak boleh memiliki istri lebih dari 4. Apabila sebelumnya telah memiliki istri (poligami), maka istri sebelumnya harus meberikan izin terlebih dahulu

b.      Ada mempelai perempuan

Rukun nikah selanjutnya adalah adanya mempelai perempuan. Harus dipastikan pihak pengantin perempuan telah siap lahir dan batin serta tidak ada hal yang menghalangi berlangsungnya pernikahan.

Syarat pengantin perempuan

·         Islam dan beriman

·         Tidak dalam ihram umrah atau haji

·         Bukan mahram dari pengantin laki-laki

·         Tidak dalam masa iddah (masa setelah perceraian atau jangka waktu tertentu setelah suami meninggal)

·         Tidak dalam ikatan pernikahan yang lain, dalam artian bukan istri orang

·         Akil baligh

c.       Ada wali pernikahan

Wali pernikahan di sini ialah dari pihak pengantin perempuan. Wali nikah dalam hukum perkawinan dibagi menjadi dua macam yaitu wali nasab dan wali hakim. Wali nasab adalah wali yang dipilih dengan didasarkan adanya hubungan darah, misalnya ayah kandung pengantin.

Sementara itu wali hakim ialah seseorang yang ditunjuk untuk menjadi wali meskipun tidak memiliki hubungan darah. Penunjukan itu bisa disebabkan karena ayah pengantin perempuan sudah meninggal dan ataupun tidak ada, atau karena sebab lainnya.

Syarat wali nikah yaitu:

·         Wali nikah beragama islam dan beriman

·         Wali nikah harus laki-laki

·         Telah dewasa atau akil baligh

·         Sehat jasmani dan rohani

·         Berakal

·         Menjadi wali nikah atas kemauannya sendiri, bukan dari paksaan orang lain maupun dibawah tekanan pihak lain.

·         Tidak dalam kondisi ihram atau berhaji

d.      Ada dua saksi nikah

Saksi nikah adalah orang yang ditunjuk untuk menjadi saksi dalam jalannya ijab dan qobul dalam pernikahan. Nantinya, saksi nikah tersebut akan menandatangani bagian saksi di dalam buku nikah. Pihak mempelai pria maupun perempuan harus menyiapkan masing-masing saksi nikah. Adapun syarat menjadi saksi nikah yaitu diantaranya:

·         Pria baligh

·         Berakal

·         Beragama islam

·         Bukan penderita keterbelakangan mental

·         Dapat mendengar, melihat, dan berbicara secara jelas dan baik

·         Memahami bahasa yang digunakan dalam ijab qabul

·         Adil

e.       Ijab dan Qabul

Yang terakhir dalam rukun nikah adalah ijab dan qabul. Ijab adalah ucapan penyerahan oleh wali nikah yang ditujukan untuk mempelai laki-laki. Sedangkan qabul adalah ucapan penerimaan dari pengantin laki-laki sebagai tanda penerimaan. Jadi ijab terlebih dahulu diucapkan oleh wali nikah baru kemudian dijawab dengan qabul dari mempelai pria.

Contoh lafal ijab

“saya nikahkan kau dengan...binti... putri kandung saya dengan mas kawin seperengkat alat sholat dibayar tunai”

Contoh lafal qabul

“saya terima nikah dan kawinnya saudari...binti...dengan mas kawin tersebut dibayar tunai”

Syarat ijab:

·         Diucapkan dengan bahasa yang jelas dan mampu dipahami

·         Lafal ijab diucapkan oleh wali nikah

·         Isi ijab tidak boleh menggunakan kata-kata yang buruk, yang dapat menyakiti maupun menyinggung calon pengantin

Syarat qabul

·         Qabul diucapakan oleh pengantin laki-laki

·         Harus menggunakan kalimat yang jelas, serta bahasa yang dapat dipahami

·         Ucapan qabul harus sinkron dengan ijab yang telah diucapkan

·         Menyebutkan nama calon pengantin perempuan dengan jelas beserta nama ayahnya

·         Tidak mengandung sindirian maupun kata-kata yang buruk.

Setelah mengetahui rukun nikah beserta syarat sahnya, terdapat pula syarat menikah yang tidak boleh terlewat yaitu mahar atau mas kawin. Mahar merupakan syarat sah dalam menikah. Wujud dari adanya mahar pun berbeda-beda. Tergantung dari permintaan dan kesanggupan dari mempelai pria. Mahar bukan lah tujuan utama dalam menikah. Oleh karena itu, baiknya syarat mahar yang diminta oleh mempelai perempuan pun jangan sampai memberatkan calon suami.

Rasullulah pernah bersabda bahwa “sebaik-baik wanita adalah yang paling murah maharnya” (HR.Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim&Baihaqi). Sementara itu di dalam QS Annisa ayat 4, dijelaskan bahwa pemberiaan mahar harus disertai dengan hati yang tulus tanpa paksaan maupun beban.

“Berikanlah mahar (mas kawin) pada wanita yang kamu nikahi sebagai sebuah pemberian dengan penuh kerelaan...” (QS An-Nisaa ayat 4)

Jadi alangkah baiknya apabila mahar yang diminta tidak menyusahkan untuk calon suami. Walaupun pernikahan dengan mahar yang bernilai fantastis, namun tanpa keikhlasan dan ketulusan tentu tidak akan membawa berkah.

Pemberian mahar atau mas kawin tidak melulu pada benda ataupun harta.Walaupunsaat ini, kebanyakan mahar pada pernikahan yaitu berwujud benda seperti seperangkat alat shalat, uang tunai, emas, dan sebagainya. Namun mahar dapat pula berwujud sebuah hafalan dari surat Al-quran.

Belum ada Komentar untuk "Rukun dan Syarat Nikah dalam Islam yang Wajib Kamu Ketahui"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel