Perbedaan Lensa Cekung dan Cembung

Perbedaan Lensa Cekung dan Cembung - Taukah Anda cahaya memang memiliki beberapa sifat, diantaranya dapat dibiaskan. Rupanya proses pembiasan atau refraksi merupakan peristiwa pembelokan arah rambat cahaya akibat melewati dua medium yang berbeda akan indeks bias. Adapun benda yang mudah membiaskan cahaya adalah benda bening  atau tembus cahaya, seperti lensa. Berdasarkan bentuknya lensa dibedakan menjadi dua yaitu, lensa cekung dan lensa cembung.

Sebetulnya apa hal yang membedakan antara kedua lensa tersebut sehingga memiliki sifat yang berbeda? Biasanya lensa cekung dapat Anda temukan pada sendok makan, maka cobalah Anda bercermin di depan sendok tersebut. Sedangkan jenis lensa cembung biasa dijumpai pada kamera dan senter. Untuk selengkapnya, berikut perbedaan antara lensa cekung dan cembung.

Lensa Cekung (Konkraf)


Lensa merupakan sesuatu benda yang transparan dan memiliki dua sisi lengkungan berupa cembung dan cekung. Lensa sendiri berguna untuk membiaskan atau meneruskan cahaya (refaktor). Kebanyakan lensa terbuat dari kaca maupun plastik dalam penggunaanya sehari-hari.

Lensa cekung (konkraf) memiliki fungsi untuk menyebarkan cahaya yang datang. Lensa cekung biasa disebut sebagai lensa negatif, karena bisa menyebarkan cahaya (divergen). Ada tiga jenis lensa cekung berdasarkan geometri dari kedua sisinya, yakni cekung cekung (bikonkaf), cekung datar (planokonkaf), dan cekung cembung (konveks-konkaf).

Berbeda lagi dengan cermin cekung yang mempunyai muka cermin berbentuk cekungan, seperti wajan penggorengan. Dimana fungsi dari cermin cekung adalah untuk memantulkan dan kemudian memfokuskan datangnya cahaya. Karena itulah, cermin cekung disebut sebagai cermin positif karena memiliki sifat memfokuskan sinar cahaya (konvergen). Sedangkan titik dari fokus cermin fokus terletak di depan cermin yang bersifat real dan bernilai positif.

Nah, contoh pemanfaatan dari cermin cekung adalah pengumpul sinar matahari pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta sebagai pemantul pada setiap lampu sorot/senter sehingga cahaya yang dihasilkan tidak menyebar.

Lensa Cembung


Lensa cembung memang mempunyai manfaat yang cukup besar bagi kehidupan manusia, seperti pemanfaatannya pada kamera, teropong, hingga kacamata. Lensa cembung merupakan lensa yang bagian tengahnya memiliki ketebalan secara berlebih daripada di bagian tepi. Maka tak jarang lensa cembung berbentuk lingkaran dan terbuat dari kaca atau plastik agar bisa melakukan indeks bias lebih besar daripaada indeks bias udara

Ada tiga jenis lensa cembung, yakni cembung ganda, cembung data, dan meniskus cembung. Sedangkan bentuk lensa cembung terdiri dari bikonveks atau cembung-cembung, plankonveks atau cembung-datar, dan konkaf-konveks atau cembung-cekung.

Sinar Istimewa Lensa Cembung

Sinar istimewa lensa cembung diantaranya: (1) sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus (F1) di belakang lensa; (2) sinar datang menuju titik fokus di depan lensa (F2) akan dibiaskan sejajar dengan sumbu utama; (3) sinar yang datang melewati pusat optic lensa (O) diteruskan, dan tidak dibiaskan.

Sifat Lensa Cembung

Pada lensa cembung sinar akan datang dari dua arah yang membuat 2 titik fokus sekaligus. Dimana bagian lensa cembung depan merupakan tempat datangnya sinar, sedangkan bagian lensa belakang sebagai tempat sinar dibiaskan. Jika 3 sinar datang sejajar dikenakan pada lensa cembung, maka berkas sinar tersebut dibiaskan oleh lensa dan berpotongan atau menuju ke sebuah titik.

Titik fokus di depan lensa cembung disebut sebagai titik fokus maya, dan titik fokus di belakang lensa cembung dinamakan titik fokus sejati. Lensa cembung pasti bersifat positif karena tempat berpotongan atau tujuan sinar bias selalu di belakang lensa cembung. Jadi fokus lensa cembung adalah fokus sejati bukan fokus maya.

Pembiasan Lensa Cembung

Titik fokus tempat sinar yang dibiaskan sebagai fokus aktif dan fokus pasif, karena sinar yang datang melewati lensa cembung selalu dibiaskan menuju ke satu titik. Dengan kata lain lensa cembung selalu mengumpulkan cahaya dan biasa dikenal sebagai lensa konvergen. Sedangkan besar pembiasan cahaya pada lensa cembung disesuaikan dengan indeks bias dari bahan lensa, dan lengkung permukaan lensa. Biasanya untuk indeks bias tergantung dari cepat rambatnya suatu cahaya dalam lensa cembung.

Manfaat dan Penggunaan Lensa Cembung

  • Para ahli biologi, pekerja laboratorium menggunakan mikroskop untuk mengamati bakteri dan virus.

  • Para astronom menggunakan teropong dari dua lensa cembung untuk mengamati benda di langit atau angkasa luar agar bisa melihat secara jelas

  • Seseorang yang tidak bisa membaca dalam jarak baca normal yakni 30 cm, supaya bisa membaca dalam jarak 30 cm maka akan dibantu dengan penggunaan kacamata lensa cembung.

  • Pengunaan lup atau kaca pembesar, seperti tukang jam yang sedang mengamati komponen jam berukuran kecil.

  • Penggunaan lensa cembung pada kamera, periskop, slide proyektor, episkop, proyektor bioskop dan lain-lain.


Bagaimana, Anda sudah paham antara lensa cekung dan lensa cembung? Semoga bisa menambah wawasan pengetahuan Anda dalam belajar mengenai jenis lensa. Sekian dan terima kasih.

Belum ada Komentar untuk "Perbedaan Lensa Cekung dan Cembung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel