Penjelasan Anatomi Leher

Anatomi Leher - Tubuh manusia memiliki bagian-bagian tubuh penting, seperti kepala, tangan, hidung, kaki, telinga, dan bagian tubuh lainnya. Masing-masing bagian tubuh memiliki fungsinya sendiri, bahkan diantaranya memiliki saraf indera. Bagian tubuh yang satu ini menghubungkan antara kepala dengan dada, yakni bagian leher. Bahkan, sebagian besar dari leher ini sendiri memiliki peranan penting, seperti pernapasan, tabung makanan (esofagus), sistem saraf, serta pembuluh darah. Bagian otot pada leher sendiri juga bisa menggerakan kepala serta bagian rahang. Seperti yang diketahui, manusia tak akan bisa bertahan hidup tanpa adanya bagian leher. Seperti di zaman perang dulu, kebanyakan para musuh mengincar leher musuhnya sendiri untuk bisa menumpas lawan yang mereka hadapi. Oleh karena itu, di sini akan menjelaskan anatomi leher secara lengkap.

Terlebih dahulu, penjelasan anatomi leher dimulai dari bagian tulang leher terlebih dahulu. Tulang leher sendiri sangat berperan dalam kegiatan vital manusia, seperti makan dan minum. Dalam bahasa latin, leher dikenal dengan istilah collum. Tulang leher terletak pada bagian kepala dengan dada. Inilah struktur tulang leher secara lengkap.

Berikut struktur tulang pada leher:

  1. Tulang atlas sering juga disebut dengan istilah vertebrae cervicalis I. Tulang ini sendiri dinilai sebagai tulang leher paling utama serta membentuk sendi putar dengan kepala.

  2. Tulang axis juga disebut dengan istilah vertebrae cervicalis II. Tulang ini menyusun bagian tengah tubuh yang berisikan tengkorak, tulang belakang, susunan rongga dada, serta gelang panggul.

  3. Tulang processus transversus atlantis dan tulang processus transversus axis.

  4. Tulang processus transvers tubercula dorsialis dan tulang processus transverse tubercula ventralis.

  5. Tulang lamina ventralis processus transverse vertebrae cervicalis VIII.

  6. Tulang processus spinosus.

  7. Tulang foramen vertebrae laterale atlantis dan arcus ventralis atlatis

  8. Tulang processus spinosum axis, tulang processus spinosum vertebrae thoracicus I, dan tulang processus transversus vertebrae thoracicae I.

  9. Tulang costalis caudalis, tulang fovea costalis transversalis, dan tulang fovea costalis cranialis.

  10. Tulang condylus occipitalis.

  11. Tulang processus paracondylaris.

  12. Tulang arcus zygomaticus.

  13. Tulang mandibula

  14. Tulang Canalis transversarius.


Jika dilihat dari struktur tulang pada bagian leher sendiri menunjukkan bahwa seberapa besar penting leher pada bagian tubuh manusia. Bahkan, kebanyakan atlet-atlet profesional sekalipun bisa saja mengalami cedera pada bagian leher dan harus membutuhkan pengobatan dalam waktu yang begitu lama untuk bisa normal kembali. Selain struktur tulang tersebut, ternyata tulang-tulang leher berhubungan dengan tulang-tulang belakang yang terdiri dari 5 jenis. Berikut penjelasannya dari jenis-jenis tersebut.

  1. Tulang belakang cervical


Pada jenis ini sendiri, tulang belakang cervical terdiri dari 7 buah dan pada bagian ini memiliki bentuk tulang yang begitu kecil yang biasa dikenal dengan istilah processus spinosus. Pada processus spinosus sendiri memiliki bagian yang mirip seperti sayap meski berukuran pendek.

  1. Tulang belakang thorax


Pada jenis ini, tulang belakang jenis yang satu ini terdiri dari 12 buah dan berhubungan sekali dengan bagian tulang rusuk atau yang dikenal juga dengan tulang punggung dorsal.

  1. Tulang belakang lumbal


Jenis tulang belakang ini berada di bagian bawah dan memiliki 5 buah. Bahkan, jenis tulang belakang ini merupakan jenis dengan ukuran paling besar serta konstruksi tulang yang begitu lurus. Kelebihan jenis tulang ini sendiri yakni mampu  menopang beban yang begitu berat sekalipun. Akan tetapi, seringkali terjadi penyakit seperti nyeri punggung cukup dirasakan pada jenis ini.

  1. Tulang belakang sacral


Sama seperti tulang belakang lumbal, jenis tulang ini juga memiliki 5 buah. Tulang belakang sacral  dapat membentuk sakrum atau diskus intervertebralis (tidak ada celah) antara satu dengan lainnya. Seseorang jika sudah berusia 26 tahun akan membentuk seperti segitiga dan pada sakrum terlihat seperti irisan yang berada di sekitar tulang panggul.

  1. Tulang belakang coccygeal


Jenis tulang ini sendiri berada di bagian paling bawah tulang belakang atau yang biasa kita kenal dengan tulang ekor. Pada jenis ini terdapat sekitar 3 hingga 5 buah yang saling bergabung serta tanpa adanya celah sama sekali.

 

Setelah menjelaskan pada bagian tulang leher serta tulang belakang yang menghubungkan dengan leher, tak lupa untuk menjelaskan bagian otot leher. Pada leher sendiri memiliki 7 otot yang semuanya berada di sekitar leher. Otot-otot leher terdiri dari.

  1. Sternocleidomastoideus


Salah satu otot pada leher ini biasa dikenal dengan otot SCM. Otot ini berfungsi membantu kepala untuk bisa melakukan rotasi dan melenturkan serta dapat mengangkat costa (tulang rusuk).

  1. Platysma


Pada otot yang satu ini merupakan otot yang tumpang tindih dengan otot sternocleidomastoideus. Otot platysma sendiri berfungsi dalam menegangkan pada kulit leher serta menciptakan terjadinya kerut berbentuk vertikal.

  1. Scalenus Anterior


Otot scalenus anterior ternyata memiliki peran penting dalam kegiatan manusia sehari-hari, yakni membantu proses pernapasan dengan mengangkat tulang rusuk pertama

  1. Sclaenus Medius


Cara kerja otot ini berkebalikan dengan otot scalenus anterior. Otot ini sendiri dapat membungkuk ke bawah dengan memutar leher ke bawah.

  1. Scalenus Posterior


Otot ini sendiri memungkinkan kedua tulang rusuk membungkuk serta pada bagian leher secara fleksibel. Selain itu juga membantu rotasi pada bagian leher dan kepala.

  1. Sternohyoideus


Otot ini berada di sekitar pinggir posterior dari bagian ujung medial clavicula. Fungsinya untuk membantu proses menelan makanan dan menguatkan tulang lidah.

  1. Sternothyroideus


Otot ini letaknya tak jauh dari otot sternohyoideus. Jika otot tersebut berada di sisi kiri, otot yang satu ini justru berada di sisi kanan dan bagian bawah. Fungsi otot ini sendiri yaitu mengangkat bagian tenggorokan dan laring dengan bantuan dari otot tirohyoideus secara tidak langsung.

Itu saja penjelasan dari anatomi leher yang telah menjelaskan dari struktur tulang leher, beberapa jenis tulang belakang yang menghubungkan dengan leher, serta yang terakhir adalah penjelasan dari otot leher sendiri. Dengan adanya penjelasan ini, dapat membantu anda, terutama pelajar, untuk mencari penjelasan dari yang disampaikan ini.

Belum ada Komentar untuk "Penjelasan Anatomi Leher"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel