Penjelasan Anatomi Ayam

Anatomi Ayam - Siapa yang tidak tahu dengan hewan ayam? Hewan yang selalu membangunkan kita setiap pagi dengan suara berkokok ini seringkali ditemui di sekitar rumah-rumah warga. Bahkan, tak jarang hewan ini dijadikan sebagai hewan peliharaan mereka atau juga jadi koleksi bagi yang memiliki hobi. Seperti yang diketahui, hewan ayam merupakan jenis unggas yang paling banyak di seluruh dunia. Ayam termasuk dalam genus Gallus serta spesies Gallus domesticus. Ada satu hal yang berbeda, yakni ayam hutan dikenal dengan istilah Gallus gallus dan kemungkinan hewan yang satu ini merupakan leluhur dari Gallus domesticus atau ayam peliharaan yang sering kita lihat selama ini. Di sini akan dijelaskan mengenai anatomi ayam.

Mengawali penjelasan pada anatomi ayam diawali dengan membahas kerangka yang ada pada ayam. Kerangka pada hewan ayam memiliki sifat pneumatik atau berongga dan hal ini juga terjadi pada semua jenis unggas. Dengan adanya pneumatik ini memiliki hubungan dengan sistem pernafasan yang memungkinkan seekor unggas dengan sayap yang patah untuk bernafas menggunakan sayap. Fenomena ini sendiri memang sudah lama sekali diperhatikan oleh para pemburu terhadap burung-burung yang mengalami luka. Sekitar 12 persen struktur kerangka pada ayam merupakan tipe tulang mediuler yang dinilai unik.

Untuk masalah otot pada ayam, terdapat otot polos di dalam bagian usus serta otot cardiac pada bagian jantung. Meski demikian, otot skeletal justru merupakan yang paling vital bagi para peternak hewan unggas. Otot skeletal terbesar pada bagian ayam terletak di bagian dada karena sangat dibutuhkan untuk terbang. Contohnya adalah pada jenis ayam liar. Seperti yang diketahui, ayam memiliki dua warna otot yang berbeda, yakni otot merah dan otot putih. Hal ini disebabkan karena adanya kandungan myoglobin dalam otot merah yang berfungsi membawa oksigen pada otot ayam.

Bagian kulit ayam memiliki struktur epidermis dan dermis. Struktur epidermis adalah struktur lapisan luar yang meliputi bulu, paruh, kuku, serta sisik. Sedangkan struktur dermis sendiri adalah bagian paling utama dari kulit. Berkembangnya dermis ini dapat membentuk cuping, jengger, dan pial. Seperti yang diketahui, ayam jantan memiliki jengger yang lebih panjang ketimbang ayam betina. Untuk cuping sendiri berada di bagian telinga yang berdaging tebal di bawah telinga dan juga terdapat pial yang berada di bagian kedua sisi rahang bawah. Untuk paruh memiliki sifat menulang dan telah tersusun atas keratin dan kuku ayam yang begitu keras. Dan terakhir masalah warna kulit pada ayam terbentuk dengan adanya pigmen.

Pada sistem respirasi ayam terdiri dari paru-paru yang memiliki sifat immobile, sekitar 4 pasang kantung udara dan 1 kantung udara median dimana posisinya sendiri telah tersusun dari bagian leher ke abdomen. Untuk alat pernapasan ayam sendiri terdiri dari bagian atas yang disebut larynx, saluran pernapasan, dan paru-paru. Ternyata sistem pernapasan pada ayam juga bisa mengatur suhu tubuh pada ayam itu sendiri. Karena hewan ayam tidak memiliki kelenjar-kelenjar keringat, jika suhu mencapai lebih dari 80 derajat Fahrenheit, ayam hanya mengandalkan pendingin tubuh secara evaporasi melalui kantung udara dan paru-paru.

Sistem peredaran darah pada ayam terdiri dari pembuluh darah, darah, serta jantung. Fungsi-fungsi darah dalam ayah antara lain menyerap zat makanan dan membawa sebagian ke jaringan, membawa oksigen serta memindahkan karbondioksida dari sel tubuh, membawa sisa hasil metabolisme sel, membantu proses pengaturan kandungan air pada jaringan tubuh, dan membawa hormon yang dihasilkan dari kelenjar endokrin ke beberapa bagian pada ayam. Untuk bagian jantung memiliki 4 ruangan yang terdiri dari atrium kiri, atrium kanan, vertikel kiri, dan vertikel kanan.

Selanjutnya, ke masalah sistem pencernaan pada ayam. Untuk ayam terdapat 11 alat pencernaan yang terdiri dari:

  1. Mulut (paruh) berfungsi sebagai pengambil makanan yang juga didalamnya terdapat lidah dengan berfungsi mendorong makanan.

  2. Esophagus atau yang biasa dikenal dengan kerongkongan terdiri dari pipa tempat pakan dan melalui saluran ini diproses dari belakang mulut ke proventikulus.

  3. Tembolok berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan dalam waktu sementara.

  4. Proventikulus merupakan pelebaran dari esofagus sebelum terkait dengan ventrikulus.

  5. Ventrikulus merupakan tempat partikel pakan yang akan digiling sebelum masuk ke saluran usus dengan menjadi partikel-partikel kecil.

  6. Usus halus berfungsi sebagai tempat proses pencernaan berlangsung. Usus halus pada ayam terdiri dari 3 bagian yakni duodenunm, jejunum, dan ileum.

  7. Pada usus buntu tidak ada sama sekali proses pencernaan yang berlangsung.

  8. Usus besar yang bentuknya melebar merupakan recutm yang terdapat pada bagian akhir usus halus menuju kloaka.

  9. Kloaka merupakan tempat umum saluran pencernaan.

  10. Vent atau anus merupakan lubang yang berada di luar kloaka.

  11. Terakhir adanya organ pencernaan tambahan seperti pankreas, lever, dan kantong empedu dalam membantu proses pakan.


Sistem saraf pada ayam berperan dalam mengatur semua organ tubuh. Sama seperti manusia, bagian otak menjadi pusat pengaturan semua saraf pada ayam serta tempat konsentrasi terbesar untuk sel-sel saraf. Sistem saraf yang memiliki fungsi baik pada ayam antara lain pendengaran, penglihatan, dan perasa. Meski demikian, saraf penciuman pada ayam kurang bekerja sebagaimana mestinya. Untuk sistem saraf sendiri dibagi menjadi dua, yakni sistem saraf somatis dan sistem saraf otomatis. Sistem saraf somatis adalah sistem saraf yang menerima sentuhan dari lingkungan luar, misalnya saat ayam dipegang. Sedangkan sistem saraf otomatis adalah sistem  saraf dimana ayam sering melakukan kebiasaan setiap harinya, misalnya saat ayam terbang.

Tak lupa untuk membahas sistem saluran pembuangan urine pada ayam. Sistem saluran ini pada ayam terdiri atas 2 ginjal dan saluran kemih. Ginjal pada ayam berukuran sangat besar dan memanjang yang berada di dekat organ paru-paru, sedangkan saluran kemih menghubungkan antara ginjal dengan kloaka. Fungsi ginjal pada ayam sendiri adalah menyerap dan mengeluarkan elektrolit, air, serta produk lainnya dari dalam darah serta tempat penyerapan gizi. Pada air kemih ayam sendiri merupakan hasil akhir proses metabolisme protein berwarna putih.

Pada umumnya, sistem reproduksi ayam hampir sama dengan hewan-hewan ternak lainnya. Akan tetapi, yang membedakan dengan yang lainnya adalah bentuk serta ukuran organ reproduksi. Untuk pembuahan sel telur terjadi di bagian saluran telur sebelum akhirnya dibungkus dengan cangkang. Proses perkembangan janin sendiri terjadi di luar induknya. Berbeda dengan hewan mamalia yang melakukan kedua proses reproduksi terjadi di bagian uterus. Alat reproduksi ayam jantan terdiri atas 2 testis yang diantaranya adalah epididimis dan vas deferens. Untuk alat reproduksi ayam betina sendiri juga terdiri atas 2 indung telur yang diantaranya adalah ovarium kanan dan ovarium kiri.

Demikian penjelasan mengenai anatomi ayam dan diharapkan artikel ini bisa bermanfaat bagi yang ingin mencari referensi lebih lanjut mengenai topik ini.

Belum ada Komentar untuk "Penjelasan Anatomi Ayam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel