Pengetahuan Tentang Substansi Genetika

Pengetahuan Tentang Substansi Genetika - Apakah Anda penasaran dengan materi genetika? Biasanya materi ini dipelajari saat Anda duduk dibangku kelas 11 atau 12 SMA jurusan IPA. Materi genetika sendiri meliputi kromosom, DNA, RNA, dan gen. Dimana sifat-sifat genetika inilah akan diturunkan pada keturunannya melalui proses reproduksi, sehingga bukan sifatnya yang diwariskan.

Nah, secara berurutan dari yang terbesar hingga kecil dimulai dari kromosom, gen, DNA, dan supaya DNA dapat mengekspresikan sifat menjadi gen maka harus membuat protein. Tetapi jika protein tidak terbentuk, kemungkinkan besar gen juga tidak bisa diekspresikan sifat keturunanya. Berikut adalah informasi selengkapnya mengenai pengetahuan substansi genetika.
Pengetahuan Tentang Substansi Genetika

Kromosom

Setiap mahkluk hidup mempunyai nukleus yang didalamnya terdapat kromosom, dan nukleus berasal dari setiap sel. Kromosom sendiri merupakan struktur yang berbentuk padat dan tersusun atas dua komponen yakni protein dan asam nukleat (DNA dan RNA). DNA terdapat pada gen yang memiliki fungsi untuk mengatur metabolisme tubuh.

Proses pengemasan DNA dan protein terjadi di bagian tahap profase, yakni untau DNA dipintal di dalam protein histon menjadi satu unit yang disebut nukleosom. Kemudian nukleosom membentuk solenoid dengan lipatan-lipatan menjadi benang. Solenoid akan saling bergabung dan membentuk struktur benang halus yang padat atau dikenal dengan istilah kromatin.

Benang kromatin akan merapat, membesar, memendek dan membentuk struktur kromosom. Struktur kromosom ini tersusun atas protein histon dan protein nonhiston. Protein tersebut akan menggulung kromosom menjadi padat sehingga bisa mempertahankan keutuhan kromatin.

 Gen

Gen adalah unit substansi genetik terkecil yang memiliki kandungan genetika, dan termasuk unit intruksi untuk mengatur pewarisan sifat agar diturunkan kepada suatu organisme. Selain itu, gen bertugas untuk melakukan pengontrolan satu sifat khusus dan  secara kimiawi gen merupakan sepenggal dari sebuah DNA.

Keberadaan gen di dalam lokus kromosom yang tersusun secara teratur pada satu deretan. Lokus tersebut adalah lokasi yang diperuntukan bagi gen di dala kromosom. Beberapa fungsi gen antara lain, mengontrol pembuatan polipeptida, mengatur perkembangan dan proses metabolisme individu, serta menyampaikan informasi genetik kepada proses pewarisan sifat.

.   Alel

Alel merupakan gen-gen yang berada bersesuaian pada pasangan kromosom homolog atau sebagai variasi alternatif gen untuk menjelaskan variasi pada pewarisan sifat. Rupanya alel memiliki fungsi atau sifat yang sama dan saling mendukung maupun berlawanan. Alel dengan sifat sama disebut alel homozigot, sedangkan alel yang memiliki sifat berbeda adalah heterozigot. Jika di dalam lokus yang sama terdapat lebih dari satu alel disebut alel ganda.

Asama Nukleat

Kromosom tersusun atas asam nukleut dan protein, dimana asam nukleut terdiri dari dua jenis yakni DNA dan RNA. Untuk penjelasan selengkapnya, simak berikut ini.

DNA (Deoxyribonucleic acid)

DNA merupakan materi genetik sebagai tempat untuk menyimpan informasi genetik. DNA terdapat pada nukleus, yakni di dalam kromosom. DNA juga ditemukan di luar nukleus, misalnya mitokondria dan sentriol. Namun DNA paling banyak tersusun atas nukleotida (polinukleotida),dan setiap nukleotida terdiri dari gugusan gula  deoksiribosa, asam fosfat, dan basa nitrogen.

RNA (Ribonucleid Acid)

RNA merupakan jenis asam nukleut yang dihasilkan dari transkripsi suatu fragmen DNA, dan mempunyai rantai yang lebih pendek dari DNA. Fungsi RNA sebagai penyimpan dan penyalur informasi genetik. Beberapa organisme pada virus mozaik tembakau, dan virus influenza tidak memiliki DNA, sehingga peran DNA digantikan oleh RNA. Dimana RNA dibagi menjadi RNA biasa dan RNA untuk menyimpan informasi genetik.

Kode Genetik

Kode genetik merupakan informasi yang terdapat pada rangkaian basa nitrogen pada DNA. Kode genetik merupakan cara pengkodean urutan nukleotida yang terdapat pada DNA atau RNA, yang mampu menentukan urutan asam amino pada proses sintesis protein. Akan tetapi, para ahli menyebutkan bahwa setiap komponen-komponen dari kode genetik adalah molekul-molekul mRNA.

Ada beberapa empat jenis basa nitrogen, yakni Adenin (A), urasil (U), sitosin (C), dan guanin (G) pada molekul mRNA. Dimana keempat basa nitrogen tersebut bisa tersusun menjadi 64 dari kombinasi triplet kodon. Jumlah tersebut justru dikenal sebagai istilah degenerasi atau redundansi.

Sintesis Protein

Pada saat sintesis protein yang terjadi maka proses penerjemahan dari gen menjadi urutan asam amino biasa disebut dengan Ekspresi Gen. Terdapat dua tahap dalam sintesis proten, yaitu pertama kode genetik di dalam DNA disalin menghasilkan suatu rantai molekul RNA. Proses tersebut transkripsi dan berlangsung di dalam inti sel. Sedangkan tahap kedua adalah sintesis polipeptida memiliki urutan lebih spesifik karena didasarkan pada rantai RNA yang dibuat pada tahap pertama atau disebut sebagai proses translasi.

Demikian ulasan mengenai substansi genetika yang bisa Anda pahami saat ingin belajar ilmu genetika. Semoga informasi di atas bisa lebih bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Belum ada Komentar untuk "Pengetahuan Tentang Substansi Genetika"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel