Pengertian Puasa yang di lakukan Agama seluruh dunia

Pengertian Puasa - Setiap tahun, seluruh umat muslim di Indonesia menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan pada kalender Islam. Mereka menjalani 30 hari berpuasa dengan tanpa makan dan minum selama 12 jam lebih. Kegiatan puasa merupakan salah satu kegiatan wajib yang diikuti oleh seluruh umat muslim. Pada artikel ini akan membahas mengenai pengertian puasa yang akan dijelaskan secara lengkap.
Pengertian Puasa
Pengertian Puasa pixabay.com

Sebelum menjelaskan lebih mendalam lagi, pengertian puasa adalah sebuah kegiatan wajib atau sukarela dengan pantang makanan dan minuman serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa selama menjalankannya. Untuk lama waktu puasa sendiri biasanya bergantung dari masing-masing ajaran agamanya. Selain itu, puasa juga ternyata dapat membatasi untuk memakan makanan tertentu dan kegiatan seksual yang dilakukan oleh sepasang suami istri yang sah. Tak hanya itu saja, puasa juga dilakukan ketika ingin meningkatkan hidup secara spiritual yang sering disebut dalam kegiatan rahib. Dengan demikian jika dari seluruh penjelasan yang ada, puasa adalah sebuah kegiatan yang menjauhkan diri dari berbagai pantangan untuk mencapai sebuah tujuan.

Kegiatan puasa sendiri ternyata dilakukan oleh beberapa agama, diantaranya agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Yahudi, Hindu, Buddha, Baha’i, Jainisme, Sikh, dan Taoisme. Semua agama yang disebut ini memiliki pedoman masing-masing bagi para pemeluknya untuk menjalani ibadah puasa. Berikut penjelasannya.

  1. Puasa dalam Agama Islam

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kegiatan puasa bagi kaum beragama Islam dijalankan setiap tahun selama bulan Ramadhan, tepatnya selama 30 hari. Dalam ajarannya, kegiatan puasa wajib dilakukan dengan menahan diri dari segala perbuatan yang bisa mengurangi nilai ibadah puasa serta makanan dan minuman. Dalam berpuasa, semua orang yang menjalankan ibadah puasa diharapkan untuk melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan ajarannya serta menerapkannya pada bulan-bulan berikutnya, tidak hanya pada bulan Ramadhan saja. Untuk berbuka puasa sendiri dilakukan saat Maghrib setiap harinya.

  1. Puasa dalam Agama Kristen Protestan

Dalam agam Kristen Protestan, tujuan puasa untuk melawan hawa nafsun serta keinginan duniawi dan daging serta beberapa hal yang dinilai tidak baik. Selain puasa makan dan minum, ternyata ada puasa-puasa yang bisa dilakukan bagi kaum umat Kristen Protestan, yakni puasa menonton TV, mendengarkan lagu, dan beberapa kegiatan lainnya yang bersifat duniawi dalam jangka waktu tertentu, seperti selama 1 minggu bahkan 1 bulan. Dalam berpuasa, para umat diharapkan untuk selalu berbuat baik setelaah menjalani ibadah puasa. Meski demikian, ternyata puasa bagi kaum Kristen Protestan tidak diwajibkan, namun para pendeta juga mengingatkan kepada para umatnya untuk menyempatkan diri dengan berpuasa serta berdoa sesuai dengan niat tulus, bukan karena paksaan.

  1. Puasa dalam Agama Kristen Katolik

Lain halnya dengan umat Kristen Katolik, mereka diwajibkan menjalani ibadah puasa saat hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Oleh karena itu, sebelum menjalankan ibadah puasa disarankan untuk satu kali makan kenyang dalam sehari. Seluruh umat Kristen Katolik menjalani ibadah puasa selama 40 hari menjelang hari raya Paskah atau yang biasa disebut dengan Prapaskah. Tak hanya itu saja, para umat Kristen Katolik juga disarankan untuk menjalani puasa secara pribadi dengan menentukan hari-hari lain yang dipilihnya sebagai ungkapan tobat serta laku tapa. Selama menjalani ibadah puasa pada hari-hari puasa dan pantang, seluruh umat Kristen Katolik diharapkan fokus untuk beribadah, seperti berdoa, melaksanakan olah tobat, beribadat, dan melakukan karya amal.

  1. Puasa dalam Agama Yahudi

Untuk seluruh umat Yahudi, puasa dilakukan selama 6 hari dalam setahun penuh. Salah satu pantangan yang dilakukan oleh umat Yahudi selama berpuasa adalah pantang menggosok gigi ketika hari raya besar Yom Kippur dan Tisha B’Av, namun bisa dilakukan pada hari-hari kecil. Selain itu, sama seperti ajaran agama lainnya yakni menahan diri dari makanan dan minuman. Seperti yang diketahui, hari raya Yom Kippur merupakan hari yang dinilai paling suci bagi seluruh umat Yahudi dan jatuh pada tanggal 10 Tisyri menurut kalender Yahudi.

  1. Puasa dalam Agama Hindu

Bagi umat Hindu, puasa dilakukan pada hari-hari yang sudah ditentukan. Ritual umat Hindu di Indonesia saat menjalani ibadah puasa berbeda sekali dengan umat Hindu yang ada di India dan sekitarnya. Seluruh umat Hindu menjalani puasa pada hari raya seperti Ekadasi, Pradosha, dan Purnima. Tak hanya itu, mereka juga ketika memuja satu dewa besar maka akan menjalani puasa pada hari tertentu dalam setiap minggunya. Sebagai contoh, jika pemuja dewa Wisnu menjalani puasa pada hari Kamis, sedangkan pemuja dewa Siwa menjalani puasa pada hari Senin.

  1. Puasa dalam Agama Buddha

Dalam ajaran agama Buddha, para biksu dan biksuni menjalani ibadah puasa setelah memasuki waktu siang hari dan menjalani puasa hingga esok pagi harinya. Apa yang dilakukan oleh para biksu dan biksuni ini ternyata diterapkan pada pola makan dan diet seperti yang dilakukan oleh banyak orang pada umumnya. Pola yang mereka jalani ini bertujuan untuk meningkatkan nilai spiritual serta kesehatan tubuh.

  1. Puasa dalam Agama Baha’i

Ritual menjalani puasa dalam agama ini sama seperti yang dilakukan pada oleh kaum umat Islam. Akan tetapi, dalam ajaran agama Baha’i ini menjalani puasa pada bulan Ala yang menurut kalender mereka dan pada kalender masehi sendiri di tanggal 2 hingga 20 Maret setiap tahun. Mereka-mereka yang menjalani ibadah puasa bagi berumur 15 hingga 70 tahun. Untuk orang-orang yang sakit, wanita yang sedang menstruasi, wanita sedang menyusui, serta para musafir tidak diwajibkan menjalani ibadah puasa. Akan tetapi, untuk yang sedang sakit jika ingin melanjutkan ibadah puasa masih bisa diizinkan untuk minum obat.

  1. Puasa dalam Agama Jainisme

Banyak yang belum tahu dengan agama ini. Maklum saja karena agama ini hanya ditemukan di India, dimana agama Jainisme merupakan salah satu agama dengan banyak pemeluknya di India. Menurut ajarannya, puasa terdiri dari 2 jenis, diantaranya adalah chauvihar upwas yang artinya puasa yang dilakukan selama 24 jam dengan tidak makan dan minum hingga esok harinya. Selain itu, ada tiviar upwas yang artinya jika umat mereka berpuasa namun masih diizinkan untuk meminum air matang atau yang sudah dimasak. Ada sebuah ritual dari agama mereka yang tergolong ekstrim, yakni ritual Santhara. Ritual tersebut mengajak para umatnya untuk benar-benar menjalani ibadah puasa  tanpa makan dan minum selama berhari-hari. Ritual tersebut sebenarnya sudah dilarang oleh India karena banyaknya jatuh korban hingga meninggal dunia, akan tetapi tetap saja mereka menjalai ritual ini sampai sekarang.

  1. Puasa dalam Agama Sikh

Sama seperti agama Jainisme, agama Sikh juga kebanyakan ditemukan di India dan sekitarnya. Agama Sikh sendiri justru tidak memberlakukan puasa, melainkan menyarankan para umat untuk melakukan puasa demi kesehatan serta kekuatan spiritual. Menurut para Guru Sikh, puasa jika dilakukan secara niat akan mendatangkan kebaikan yang selalu datang untuk setiap umat yang menjalankannya. Tak hanya itu saja, puasa dalam agama Sikh dipercaya membuat pikiran menjadi lebih segar, mengubah perilaku menjadi lebih baik lagi, serta adanya suntikan motivasi atau semangat dalam menjalani hidup.

  1. Puasa dalam Agama Taoisme

Ajaran agama Taoisme mengenai ibadah puasa tergolong unik. Pasalnya, mereka masih diperbolehkan untuk makan dan minum sehari-hari, akan tetapi selama menjalani ibadah puasa dilarang mengkonsumsi makanan yang terbuat dari biji-bijian, seperti beras, kacang-kacangan, makanan yang berasal dari gandum, kentang, jagung, bahkan ubi. Tujuan untuk menjalani ibadah puasa bagi ajaran mereka untuk mendapatkan sebuah keabadian. Jika dilakukan dalam jangkan waktu tertentu, maka seseorang dipercaya akan menjadi lebih kuat daripada sebelum-sebelumnya.

Demikianlah artikel dengan penjelasan pengertian puasa yang dijelaskan secara lengkap dari masing-masing agama yang ada di dunia ini. Pada intinya, menjalani ibadah puasa semuanya memiliki satu tujuan, yakni membiasakan diri untuk tidak selalu menuruti hawa nafsu dan pikiran lainnya. Semoga dengan adanya artikel ini menambah para pembaca untuk mengetahui lebih banyak lagi mengenai topik ini. Artikel-artikel ini sendiri diambil dari

berbagai sumber yang relevan.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Puasa yang di lakukan Agama seluruh dunia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel