Pengertian Komposisi Penduduk dan Jenisnya

Pengertian Komposisi Penduduk - Seperti yang kita tahu bahwa penduduk di Indonesia semakin hari kian bertambah. Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang ini menyebabkan berbagai masalah sosial dan kesehatan. Salah satunya adalah kesenjangan sosial dan kecemburuan sosial semakin meningkat. Alhasil banyak terjadi kejahatan dimana-mana, terutama di kota besar seperti Jakarta.

Keadaan penduduk yang padat di suatu daerah juga memicu minimnya kesehatan. Banyaknya kasus kematian mendadak dan penduduk di usia muda kerap terjadi di Negara kita. Sebenarnya seperti apakah komposisi penduduk yang stabil? Kemudin apa saja jenis atau macamnya? Nah, berkut ulasan selengkapnya untuk Anda ketahui.

Definisi Komposisi Penduduk


Komposisi penduduk merupakan suatu susunan atau pengelompokkan penduduk berdasarkan ciri-ciri tertentu, misalnya umur, jenis kelamin, agama, mata pencaharian, tempat tinggal, serta tingkat pendidikan. Adanya komposisi penduduk memungkinkan dengan mudah mengetahui sifat secara khusus dari penduduk suatu wilayah.

Selain itu, dengan komposisi penduduk maka dapat mengetahui pertumbuhan penduduk pada waktu yang lalu, dan bisa dibandingkan dengan waktu sekarang. Dengan begitu, dapat diketahui mengenai perubahan yang terjadi melalui perbandingan tersebut. Karena itulah, dalam menganalisis situasi kependudukan pada suatu wilayah atau Negara menjadi hal yang penting.

Jenis Komposisi Penduduk


 Komposisi Menurut Jenis Kelamin

Komposisi menurut jenis kelamin bahwa perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan jumlah perempuan. Pada komposisi ini maka dinyatakan dalam banyaknya jumlah penduduk dari  laki-laki pada setiap 100 penduduk perempuan. Adapun rumusnya adalah:

Jenis kelamin = (Jumlah penduduk laki-laki : Jumlah penduduk perempuan )  x 100

Komposisi Berdasarkan Umur (Usia)

Umur memang memiliki peranan yang penting karena dapat menjadi dasar dalam pengelompokan suatu penduduk. Sebagai contoh, menentukan atau melakukan prediksi angkatan kerja dan seberapa banyak lapangan kerja yang harus diciptakan. Sedangkan di sisi lain, fungsi pengelompokan umur adalah untuk mengetahui angka beban ketergantungan penduduk atau biasa disebut dengan dependency ratio.

Nah, dependency ratio adalah cara membandingkan antara jumlah penduduk usia produktif dengan jumlah penduduk usia tidak produktif. Adapun tujuan dari angka beban ketergantungan yakni  mengetahui jumlah penduduk usia tidak produktif yang memiliki kebutuhan ekonomi sehingga hanya menjadi beban dan tanggungan penduduk usia produktif.

Sedangkan untuk pengelompokan usia sebelum produktif, usia produktif dan usia tidak produktif adalag sebagai berikut:

Usia 0-14 tahun              : usia sebelum produktif

Usia 15-64 tahun            : usia produktif

Usia lebih dari 65 tahun : usia tidak produktif

Adapun rumus untuk menghitung angka beban ketergantungan (ABK/Dependency Ratio) yaitu:

ABK = (Jumlah penduduk usia tidak produktif : Jumlah penduduk usia produktif)  x 100

Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin dan umur bisa digambarkan dalam bentuk diagram yang biasa disebut sebagai piramida penduduk. Manfaat dari piramida penduduk tersebut adalah untuk mengetahui  perbandingan antara jumlah laki-laki dan perempuan, jumlah tenaga kerja, dan struktur penduduk suatu Negara dengan cepat. Ada tiga bentuk piramida penduduk yaitu:

Piramida penduduk muda


Piramida penduduk muda menggambarkan penduduk yang sedang tumbuh atau berkembang. Dimana jumlah penduduk masih terus meningkat hampir setiap hari. Adapun ciri, jumlah kelahiran lebih banyak dari kematian dan biasanya terjadi pada Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia dan Malaysia.

Piramida penduduk stasioner

Piramida penduduk stasioner yang menggambarkan penduduk dalam keadaan tetap atau bersifat stasioner. Ciri dari jumlah kelahiran yang seimbang dengan kematian, jumlah penduduk dewasa dan tua seimbang, jumlah penduduk usia muda juga seimbang. Biasanya penduduk stasioner terjadi pada Negara maju.

Piramida penduduk tua

Piramida penduduk tua yang menunjukkan penduduk menuju arah kemunduran. Ciri-cirinya adalah jumlah penduduk terus menerus berkurang, jumlah kelahiran semakin menurun, dan sebagian besar penduduknya berusia tua. Namun perlu diketahui bahwa jarang sekali Negara yang memiliki tipologi  piramida seperti ini.

Komposisi  Berdasarkan Karakteristik Sosial

Tingkat pendidikan

Komposisi berdasarkan tingkat pendidikan yakni penduduk bisa digolongkan menjadi penduduk yang buta huruf dan melek huruf.  Penduduk yang melek huruf dikelompokkan lagi menurut tingkat pendidikan, meliputi: (1) kelompok tidak sekolah; (2) belum tamat SD; (3)  tamat SD; (4) tamat SMP; (5) tamat SMA; (6) tamat akademi; atau (7) tamat perguruan tinggi.

Status perkawinan

Berdasarkan dari status perkawinan, maka pengelompokan penduduk bisa disusun menjadi kelompok belum kawin  (lajang), sudah kawin, cerai, dan janda/duda.  Status perkawinan ini akan memudahkan pendataan penduduk di suatu wilayah atau daerah.

Komposisi Penduduk Menurut Angkatan Kerja

Satu lagi komposisi peduduk berdasarkan angkatan kerja yang biasa dijadikan sebagai patokan dalam meneliti  pertumbuhan penduduk. Adapun yang dimaksud dari angkatan kerja yakni penduduk  yang pekerja, penduduk yang tidak bekerja  tetapi sudah siap  untuk bekerja, dan penduduk yang sedang mencari pekerjaan (menganggur).

Demikian info menarik dari pengertian komposisi penduduk dan jenisnya. Semoga dapat menjadi bahan belajar Anda di sekolah maupun di rumah. Terima kasih.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Komposisi Penduduk dan Jenisnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel