Pengertian dan Contoh Kalimat Denotasi

Pengertian Kalimat Denotasi - Apakah Anda sering mendengar kalimat denotasi? Kalimat tersebut memang seringkali digunakan dalam percakapan sehari-hari. Tak hanya itu, kalimat denotasi juga kerap dibahas dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Bahkan hampir setiap ulangan semester kalimat denotasi muncul sebagai soal yang cukup mudah, tetapi juga sulit dikerjakan.

Ada kalanya mulai saat ini kita belajar kalimat denotasi dan maknanya. Pasalnya setiap kata yang terdapat pada kalimat denotasi bisa berbeda makna, sehingga mengharuskan kita untuk memahami lebih dalam apa maksud kalimat tersebut. Nah, seperti apakah contoh kalimat denotasi? Berikut ulasan selengkapnya.

Kalimat Denotasi

Kalimat denotasi merupakan makna yang sebenarnya, yakni harus lugas dan menunjuk langsung pada acuan atau kalimat yang dimaksud. Menurut kamus bahasa Indonesia, denotasi mempunyai makna yang sesuai dengan hasil observasi dari penglihatan, perasaan, pendengaran, pengalaman, dan penciuman. Bisa dikatakan jika kalimat denotasi tersusun atas beberapa kata yang mengandung arti secara objektif, actual, dan dapat dipastikan.

Selain itu, kalimat denotasi tidak menyembunyikan makna secara khusus atau mempunyai arti lain. Pasalnya kalimat denotasi menyampaikan apa yang sebetulnya terjadi atau tertulis di dalam kalimat tersebut. Sedangkan untuk penggunaannya, kalimat denotasi kerap diaplikasikan pada karya tulis ilmiah, seperti jurnal, laporan penelitian, serta laporan ilmiah.

Ciri khas lain dari kalimat denotasi adalah tidak memiliki kata-kata yang ambigu. Berbeda dengan kalimat konotasi yang bersifat lebih ambigu. Sebagai ilustrasi, berikut contoh perbedaan antara kalimat denotasi dan konotasi.

  • Wanita itu menyeret perampok ke meja hijau untuk mendapatkan pengadilan

  • Wanita itu menaruh barang bawaannya di atas meja hijau yang ada di ruangan itu


Perlu diketahui bahwa antara kalimat pertama dan kedua memiliki makna yang sudah jelas sangat berbeda. Kalimat pertama pada contoh diatas mempunyai makna ganda atau ambiguitas, yakni “meja hijau” merupakan benar-benar meja berwarna hijau atau justru meja berwarna hijau.

Sedangkan pada kalimat nomor dua, tidak ditemukan kata ambiguitas, yakni meja hijau yang dimaksudkan adalah benar-benar berwarna hijau. Jadi, kalimat nomor dua merupakan kalimat denotasi yaitu memiliki kalimat yang objektif, factual, dan sebenarnya.

Contoh Kalimat Denotasi

  • Ani memiliki tangan yang panjang lebih panjang daripada tangan manusia rata-rata.

  • Kadal, ular, dan beberapa jenis hewan reptile lainnya merupakan hewan berdarah dingin.

  • Beberapa jenis spesies kutu berpindah ke inang lainnya dengan cara melompat.

  • Penyakit kulit pada awalnya menimbulkan wajah terasa gatal, tetapi setelah beberapa hari wajah akan terasa tebal.

  • Tulang rusuk memiliki kegunaan untuk melindungi organ-organ penting yang ada di dalam rongga dada

  • Duduklah dengan posisi yang benar sehingga tulang punggung tidak mudah sakit.

  • Akibat rasa marahnya yang keluar tiba-tiba, dia akhirnya membanting tulang yang ada di sampingnya.

  • Akibat digigit serangga, telinga Anita menjadi merah.

  • Rifki hidup sendiri setelah ditinggal mati oleh kedua orangtuanya.

  • Pak Bupati meresmikan lapangan sepak bola baru yang diberi nama Lapangan Garuda.

  • Para petinggi kantor itu mendapatkan hadiah berupa kursi empuk dari komisaris perusahaan.

  • Pak Raden sedang menggulung tikar di ruang tamu.

  • Afri langsung mengangkat tangannya ketika guru memanggil namanya.

  • Riki merupakan anak buah Budi di kantornya.

  • Wajah Ali berubah menjadi merah setelah mendapat pujian dari pak Guru.

  • Bibi datang dari Jakarta dengan membawa oleh-oleh yang sangat banyak.

  • Dalam ceritanya, Pinokio akan mempunyai hidung panjang setelah berbohong.

  • Gajah memiliki organ hati yang paling besar diantara hewan mamalia berkaki empat lainnya.

  • Bunga Christantemum banyak tumbuh di pedesaan daripada di perkotaan.

  • Bangunan itu hancur karena api yang membakarnya tadi malam.

  • Para penari itu mengenakan topeng sesuai dengan karakter yang dimainkannya masing-masing.

  • Friska adalah keturunan bangsawan kerajaan di daerah asalnya.

  • Biasanya pedagang mengelompokan ikan-ikannya menjadi kelas berbeda, seperti ikan teri, ikan kakap, dan ikan tongkol.

  • Hijau Daun menjadi artis tamu yang diundang di dalam acara ulang tahun itu.

  • Permata hati tersebut sangat mahal dan langka karena bentuknya yang unik.

  • Lidah merupakan salah satu organ tubuh yang tidak bertulang.

  • Kepala besar termasuk indikasi dari penyakit hydorchepalus.

  • Alika memiliki kucing peliharaan di rumah barunya.


Itu dia pengertian dan contoh kalimat denotasi. Sebetulnya untuk membedakan apakah suatu kalimat termasuk kalimat konotasi atau bukan, yakni dengan cara melihat ke dalam konteks kalimat itu sendiri, dan apakah mempunyai makna ganda atau tidak. Apabila memiliki makna ganda, maka kalimat tersebut termasuk kalimat konotasi. Semoga saja, Anda semakin pandai belajar kalimat denotasi dan maknanya. Selamat belajar.

 

Belum ada Komentar untuk "Pengertian dan Contoh Kalimat Denotasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel