Manusia Purba di Dunia dan di Indonesia

Manusia purba adalah jenis manusia yang hidup di zaman prasejarah atau zaman dimana belum mengenal tulisan. Manusia purba atau bisa juga disebut sebagai nenek moyang manusia diperkirakan telah hidup dan mendiami bumi sekitar 4 juta tahun yang lalu.

Penemuan-penemuan fosil atau tengkorak manusia purba telah berhasil di temukan di berbagai wilayah di dunia termasuk juga di Indonesia. Manusia purba sendiri memiliki ciri yang berbeda dari manusia modern sekarang yang artinya ciri manusia purba masih sangat sederhana mulai dari volume otak yang lebih kecil dari manusia hingga cara berjalan dengan menggunakan tangan seperti kera.

Jenis manusia purba sangatlah beragam mulai dari yang tertua hingga yang sudah mendekati perawakan seperti manusia modern.

Pada dasarnya manusia purba dikategorikan dalam 3 jenis yaitu Meganthropus ( manusia besar ), Pithecantropus ( manusia kera yang berjalan tegak seperti manusia modern ), Homo ( jenis manusia cerdas ). Berikut akan dijelaskan mengenai jenis manusia purba yang ada di dunia dan juga manusia purba yang ada di Indonesia beserta dengan ciri-cirinya secara lengkap.

Manusia Purba di Dunia


Berikut adalah beberapa jenis manusia purba yang pernah ditemukan di dunia.

 

  • Ardhipithecus Ramidus


 

Manusia purba jenis ini dipercaya sebagai manusia purba yang tertua dan sudah mendiami bumi sekitar 4 juta tahun yang lalu. Penemuan fosil manusia purba jenis ini pertama kali ditemukan di sebuah hutan di Ethiopia, Afrika Timur oleh ilmuwan Yohannes Haile Selassie.

Ciri-ciri dari Ardhipithecus Ramidus antara lain :

  • Makanan pokok berupa buah-buahan dan mamalia kecil

  • Memiliki bentuk badan seperti kera simpanse

  • Berat badan manusia jenis ini sekitar 60 kg dan tinggi sekitar 120 cm

  • Berjalan menggunakan tangan


 

  • Australopithecus Africanus


Jensia manusia purba yang dipercaya telah hidup sekitar 3 juta tahun yang lalu. Jenis manusia purba ini awalnya dianggap sebagai kera namun setelah dilakukan penelitian lebih lanjut akhirnya dikategorikan sebagai jenis manusia purba. Penemuan fosil manusia purba jenis ini pertama kali ditemukan di Taung Afrika Selatan pada tahun 1924. Ciri-ciri dari Australopithecus Africanus hampir mirip dengan ciri kera sepeti cara berjalannya yang menggunakan tangan dan juga kaki.

  • Sinanthropus Pekinensis


Jenis manusia purba yang memiliki volume otak hampir sama dengan volume otak manusia modern. Fosil manusia purba jenis ini ditemukan pertama kali di sebuah gua di kawasan Beijing China yaitu Choukoutien Peking pada tahun 1927. Penelitian menyatakan bahwa manusia purba jenis ini termasuk atau digolongkan juga kedalam jenis homo sapiens.

Ciri-ciri dari Sinanthropus Pekinensis antara lain :

  • Tulang dahi yang kecil

  • Memiliki tulang tengkorak yang tebal

  • Rahang besar dan tidak memiliki dagu

  • Volume otak hampir sama dengan manusia modern


Homo Rhodosiensis

Penemuan fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh Tom Zwiglaar pada tahun 1921 disebuah gua dan juga ditemukan ditempat lain tepatnya di sebuah gua Broken Hill, Rhodesia sekarang wilayah Zimbabwe oleh Robert Brom dan Raymond Dart pada tahun 1924.

Ciri-ciri Homo Rhodosiensis antara lain :

  • Bentuk fisik menyerupai manusia modern

  • Berjalan tegak

  • Hidung besar, punggung alis lebar dan kening yang menonjol


 

  • Homo Cro Magnon


Manusia purba jenis ini dipercaya sebagai manusia purba tertua yang ada di daratan Eropa. Fosil manusia purba jenis ini ditemukan pertama kali pada tahun 1868 di gua Cro Magnon, Perancis. Manusia purba jenis ini sudah mengenal berkomunikasi dan sedikit bahasa. Homo Cro Magnon tinggal di sebuah gua dengan sistem berkemah bersama dalam kelompok besar. Manusia purba ini sudah mengenal berburu dan mengumpulkan makanan yang artinya sudah hampir mempunyai sifat dan ciri seperti manusia modern.

Manusia Purba di Indonesia


 

Manusia purba yang ditemukan di Indonesia terbagi menjadi 3 golongan jenis yaitu Meganthropus, Pithecantropus, dan juga Homo.

  • Meganthropus


Merupakan jenis manusia purba pertama dan yang paling tua di Indonesia. Meganthropus juga merupakan manusia purba dengan ukuran tubuh atau badan paling besar dibandingkan dengan manusia purba jenis lainnya. Meganthropus diperkirakan hidup pada zaman Paleolitikum atau zaman batu tua sekitar 2 juta tahun yang lalu.

  • Pithecantropus


Jenis manusia purba yang paling banyak ditemukan di daerah Indonesia. Jenis manusia purba ini memiliki perawakan seperti kera namun berjalan menggunakan kaki dan ukuran tinggi manusia purba jenis ini lebih kecil dibandingkan dengan jenis Meganthropus. Ada 3 jenis Pithecantropus yang ditemukan di Indonesia antara lain Pithecantropus Mojokertensis, Pithecantropus Soloensis dan Pithecantropus Erectus.

  • Homo


Manusia purba yang paling muda dibandingkan dengan jenis lainnya dan diperkirakan hidup sekitar 40 ribu tahun yang lalu. Homo disebut bukan lagi tergolong manusia kera atau Pithecantropus karena memiliki volume otak yang hampir sama dengan manusia modern dan sudah mengalami perkembangan mengenai cara bertahan hidup dan mencari makanan. Ada tiga jenis Homo yang ditemukan di Indonesia yaitu Homo Wajakensis, Homo Soloensis, Homo Floresiensis.

jenis manusia purba di Indonesia

Berikut adalah beberapa jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia beserta dengan penjelasan dan ciri-cirinya.

  • Meganthropus Paleojavanicus


Merupakan jenis manusia besar yang telah mendiami bumi sekitar 1 sampai 2 juta tahun yang lalu. Fosil manusia purba jenis ini ditemukan pertama kali di daerah Sangiran pada tahun 1936 oleh Van Koenigswald seorang arkeolog asal Belanda. Penemuan manusia purba jenis ini di wilayah Indonesia semakin membuat para arkeolog bergairah untuk meneliti lebih dalam jenis manusia purba lainnya yang ada di Indonesia karena pada dasarnya manusia purba yang ditemukan di wilayah Eropa atau Afrika berbeda dengan dengan manusia purba yang ditemukan di Indonesia.

Ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus antara lain :

  • Memiliki perawakan yang besar dan tegap

  • Memiliki tulang kening yang menonjol dan tonjolan belakang

  • Memiliki tulang pipi yang terhitung kuat dan tebal,otot rahang kuat serta tidak memiliki dagu

  • Hidup berkoloni dan nomaden atau berpindah-pindah tempat

  • Memakan buah dan mamalia kecil

  • Belum mengenal bahasa dan tulisan


Pithecantropus Erectus

Fosil manusia purba jenis ini pertama kali ditemukan oleh arkeolog Belanda yaitu Doktor Eungene Dubois. Diperkirakan manusia purba jenis ini telah hidup di Indonesia sekitar 1 juta tahun yang lalu yang tentunya sudah mengalami banyak perubahan adaptasi dengan wilayah Indonesia yang dimana diperkirakan dulu Indonesia merupakan sebuah daratan yang menyatu kemudian berubah menjadi berbagai macam pulau seperti sekarang.

Ciri-ciri Pithecantropus Erectus antara lain :

  • Memiliki kerangka tengkorak yang mirip kera

  • Ukuran volume otak kecil

  • Berjalan tegak layaknya manusia modern tapi struktur badan seperti kera dan merupakan yang terbesar pada masanya

  • Manusia purba jenis ini hidup berkoloni dan sudah mengenal sistem pengumpulan makanan atau food gathering

  • Hidup secara nomaden atau berpindah-pindah


 

  • Pithecantropus Soloensis


 

Merupakan jenis manusia purba yang ditemukan di daerah Solo Jawa Tengah tepatnya di wilayah Ngandong. Jenis ini termasuk kedalam Pithecantropus yang dimana sudah dapat berjalan tegak layaknya manusia dan juga sudah memiliki insting atau nalar diatas hewan.Mannusia purba jenis ini diperkirakan tinggal dan hidup di wilayah Solo oleh sebab itu juga dinamakan Pithecantropus Soloensis.

Ciri-ciri Pithecantropus Soloensis antara lain :

  • Memiliki tulang pipi yang kuat dan tebal

  • Memiliki kening yang lebar dan tebal

  • Memiliki rahang bawah yang kuat dimana manusia purba jenis ini adalah pemakan segala ( omnivora )

  • Tulang belakang yang tebal dan menonjol dengan perawakan yang tegap dan berjalan seperti manusia.

  • Memiliki tinggi badan seperti rata-rata manusia modern


 

  • Pithecantropus Mojokertensis


Manusia purba jenis ini ditemukan pertama kali pada tahun 1939 di wilayah Mojokerto oleh seorang ilmuwan yaitu Von Koenigswald yang dimana ia menemukan sebuah tengkorak berukuran kecil yang disinyalir sebagai tengkorak anak-anak. Van Koenigswald terus melakukan penelitian dan pencarian fosil manusia purba lainnya dan akhirnya menemukan fosil jenis manusia purba lain di kawasan Sungai Bengawan Solo. Akhirnya sungai Bengawan Solo dibagi menjadi 3 lapisan yaitu :

  • Lapisan Jetis / Pleistosen Bawah : ditemukannya fosil Pithecantropus Mojokertensis atau disebut juga Pithecantropus Robustus

  • Lapisan Trinil / Pleistosen Tengah : ditemukannya fosil Pithecantropus Erectus

  • Lapisan Ngandong / Pleistosen Atas : ditemukannya fosil Pithecantropus Soloensis


Ciri-ciri Pithecantropus Mojokertensis atau Pithecantropus Robustus antara lain :

  • Volume otak kecil yang memiliki insting diatas hewan

  • Memiliki tinggi badan rata-rata manusia modern

  • Memiliki bentuk kening yang menonjol

  • Memiliki tulang rahang dan juga gigi geraham yang membuat manusia purba jenis ini termasuk golongan omnivora

  • Tidak memiliki dagu

  • Berbadan tegak dan berjalan layaknya manusia modern


 

  • Homo Soloensis


Manusia purba jenis homo yang ditemukan di Indonesia ini diperkirakan telah hidup sekitar 900 ribu tahun yang lalu. Fosil manusia purba ini ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1931 di kawasan Sungai Bengawan Solo tepatnya di daerah Ngandong. Manusia purba Homo Soloensis memiliki tingkat kemampuan pikiran dan insting yang lebih maju dibandingkan dengan manusia purba jenis Pithecantropus. Homo Soloensis sudah mengenal cara bertahan hidup dengan membuat berbagai peralatan yang sekarang dikenal sebagai peninggalan jaman prasejarah yaitu kapak perumnas, dan alat-alat lain yang terbuat dari tulang dan juga batu.

Ciri-ciri Homo Soloensis antara lain :

  • Memiliki tinggi badan rata-rata manusia modern yaitu sekitar 150 cm hingga 200 cm

  • Bentuk kerangka tengkorak wajah tidak menonjol kedepan

  • Volume otak sekitar 1300 cc yang hampir sama dengan volume otak manusia modern

  • Tulang rahang mengalami penyusutan

  • Berjalan tegak dengan menggunakan kedua kaki yang menjadikannya terlihat lebih menyerupai manusia modern dibandingkan dengan manusia purba jenis Pithecantropus


 

  • Homo Wajakensis


Fosil manusia purba ini ditemukan pada tahun 1889 di daerah Wajak, Tulungagung Jawa Timur oleh Eugene Dubois. Penelitian yang dilakukan Eugene Dubois berhasil menemukan beberapa tulang tengkorak dari manusia purba jenis ini. Hasil penelitian juga menyimpulkan bahwa manusia purba jenis ini merupakan nenek moyang penduduk asli Australia.

Ciri-ciri Homo Wajakensis antara lain :

  • Memiliki dahi yang sedikit menonjol

  • Memiliki bentuk wajah yang datar dengan bentuk mulut sedikit maju

  • Bentuk tulang tengkorak manusia purba jenis ini membulat

  • Berjalan dengan dua kaki layaknya manusia modern

  • Memiliki volume otak yang hampir sama dengan manusia modern

  • Memiliki tinggi badan rata-rata manusia modern


Homo Floresiensis

Merupakan jenis manusia purba yang ditemukan tahun 2003 di Flores tepatnya di daerah Liang Bua. Penelitian gabungan antara Puslitbang Arkeologi Nasional Indonesia dan University of New England, Australia berhasil menemukan beberapa tulang dari Homo Floresiensis. Manusia purba jenis ini diperkirakan hidup sekitar 15 ribu tahun yang lalu. Homo Floresiensis termasuk kedalam manusia kerdil karena dari penemuan tulang tengkorak ukurannya tidak mencapai satu meter.

Ciri-ciri Homo Floresiensis antara lain :

  • Berukuran tubuh pendek kurang dari satu meter

  • Berjalan seperti manusia modern menggunakan dua kaki namun memiliki volume otak yang jauh dibandingkan manusia modern.

  • Tidak memiliki dagu dan dahi menonjol.


 

Homo Soloensis, Homo Wajakensis terus berkembang dan akhirnya lahirlah Homo Sapiens yang dimana perkembangan dari Homo jenis ini lebih pesat dan jauh lebih baik dibandingkan dengan jenis Homo sebelumnya. Pemikiran dan juga insting dari Homo Sapiens lebih maju meskipun sifatnya masih sederhana jika dibandingkan dengan manusia modern saat ini. Homo Sapiens juga disebut juga dengan manusia cerdas yang hidup sekitar 30 ribu tahun yang lalu.

Homo Sapiens menurut teori merupakan nenek moyang dari bangsa Indonesia yang nantinya akan timbul banyak ras di Indonesia. Ras sendiri merupakan pengelompokan manusia berdasarkan ciri-ciri fisik secara umum.

Ciri fisik yang dipakai untuk membedakan atau mengelompokkan ras antara lain yaitu :

  • Perbedaan bentuk badan dan juga tinggi badan, artinya ras digolongkan menurut bentuk badannya ada ras yang memiliki badan besar dan juga yang memiliki badan kecil. Begitu juga dengan tinggi badan dimana ada ras yang memiliki tubuh tinggi dan ada juga yang memiliki tubuh pendek.

  • Perbedaan kepala, seacara sepintas memang sulit untuk membedakan ukuran kepala dari masing-masing ras namun untuk mengetahuinya busa dengan melakukan pengukuran panjang lingkar kepala.

  • Perbedaan bentuk wajah, perbedaan ini terdiri dari perbedaan mata, mulut, hidung, dan bentuk tulang pipi. Adapun beberapa ras bermata sipit dan juga bermata besar, ada juga ras berhidung mancung dan berhidung kecil.

  • Perbedaan warna kulit, perbedaan yang biasanya paling mudah untuk diamati dari beberapa ras yang ada. Ada beberapa jenis ras berkulit putih, berkulit hitam, berkulit sawo matang. Adapun berbeda warna lain seperti warna rambut yang terdiri dari warna pirang, coklat, dan hitam. Begitu juga dengan warna mata ada yang berwarna hitam, coklat, biru, hijau dan lainnya.


4 golongan ras di dunia

Bicara soal ras ada 4 golongan ras di dunia secara umum yaitu :

  • Ras Mongoloid


Ciri-ciri Ras Mongoloid antara lain :

  1. Berbadan sedang dan tinggi sedang ( tidak terlalu besar dan tinggi juga tidak terlalu kecil dan pendek )

  2. Memiliki warna rambut dan mata hitam atau coklat

  3. Memiliki kulit putih dan sawo matang

  4. Bentuk mata kecil atau sipit

  5. Tersebar di wilayah Asia ( Asia Tengah, Timur, Utara dan Tenggara, termasuk beberapa wilayah di Indonesia ) dan wilayah Amerika ( Amerika Utara dan Selatan )


 

  • Ras Kaukasoid


Ciri-ciri Ras Kaukasoid antara lain :

  1. Berbadan besar dan tinggi

  2. Memiliki warna rambut pirang, hitam dan coklat serta warna mata hitam, coklat, hijau dan biru

  3. Memiliki kulit putih

  4. Bentuk mata yang sedang

  5. Tersebar di wilayah Eropa ( Eropa Tengah, Utara, Timur ) dan bangsa Mediteran ( Amerika, Arab, Iran, Afrika Utara )


 

  • Ras Negroid


Ciri-ciri Ras Negroid antara lain

  1. Bentuk badan yang beragam ada beberapa yang tinggi besar ada juga yang sedang

  2. Memiliki warna rambut hitam dengan warna mata coklat atau hitam

  3. Memiliki warna kulit hitam

  4. Bentuk mata sedang

  5. Tersebar di wilayah Afrika ( seluruh wilayah Afrika ) dan wilayah Melanesia ( daerah Papua dan daerah Melanesia lainnya ).



  • Ras Khusus


Ras khusus merupakan jenis ras yang tidak tergolong dalam ketiga ras diatas dan terdiri dari :

  1. Ras Australoid , ras asli penduduk Australia atau disebut dengan suku aborigin.

  2. Ras Veddoid, ras yang tersebar di daerah Sri Langka dan beberapa daerah di Sulawesi.

  3. Ras Ainu, ras di Jepang yang mendiami pulau Hokkaido dan Kurofoto.

  4. Ras Bushman, ras yang mendiami gurun Kalahari, Afrika Selatan.

  5. Ras lainnya yang tidak dapat disebutkan semuanya.


Itulah penjelasan lengkap mengenai manusia purba di dunia dan juga Indonesia beserta penjelasan sedikit mengenai ras karena memang masih ada sangkut pautnya dengan manusia purba. Sejatinya bahwa mempelajari manusia purba tidak ada salahnya untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Semoga penjelasan diatas dapat selalu bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Manusia Purba di Dunia dan di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel