Ketahui Proses Terjadinya Hujan

Proses Terjadinya Hujan - Turunnya hujan memang selalu diharapkan oleh semua makhluk hidup karena memberikan kehidupan bagi makhluk hidup. Namun hujan datang pada waktu kurun tertentu dan pada saat musim hujan telah tiba. Hujan bukan hanya turun di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia yang pastinya memiliki arti lain khususnya bagi para peneliti. Bahkan hujan turun tidak melulu dalam bentuk air, tapi juga bisa menurunkan butiran es.

Proses Terjadinya Hujan


Selain itu, hujan bisa diartikan sebagai wujud suatu proses kondensasi yaitu adanya perubahan wujud dari benda cair menjadi benda padat yang membentuk awan. Dimana hujan tersebut memiliki massa cukup berat sehingga jatuh ke atas bumi. Maka tak heran jika udara dingin akan mapu mempengaruhi proses jatuhnya hujan. Nah, seperti apakah proses terjadinya hujan? Berikut ulasan selengkapnya!

Definisi Hujan


Hujan yang datang memang hanya bisa Anda definisikan sendiri sebagai rintikan di depan rumah dan membawa berjuta tetesan yang jatuh ke tanah. Namun pengertian hujan secara ilmiah merupakan salah satu wujud peristiwa prespitasi, yaitu jatuhnya atau cairan dari atmosfer bumi ke permukaan bumi. Selain itu, hujan terjadi akibat keadaan uap air yang terus bertambah tidak menentu sehingga menjadikan bentuk tetesan air hujan semakin bervariasi, seperti tetesan besar atau tetesan kecil.

Proses Terjadinya Hujan Secara Umum


Panas Matahari (Air Menguap)

Matahari merupakan bagian dari alam yang menyinari bumi sehingga memicu efek panas. Bahkan panasnya matahari mapu membuat air danau, sungai, dan lautan semakin menguap ke udara. Tak hanya itu, tubuh manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan atau benda lain akan mengandung air dari panasnya terik matahari. Anda mungkin sering menemui gerimis meskipun cuaca tak mendung sama sekali dan justru terik matahari bersinar terang. Hal semacam ini termasuk proses terjadinya hujan akibat panas matahari.

Suhu Udara yang Tinggi

Suhu udara yang tinggi akibat uap air menjadi padat dan terbentuk menjadi awan. Salah satunya terjadi di Indonesia yang termasuk iklim bersuhu panas akibatnya panas matahari akan menguap dan mengalami kondensasi atau pemadatan, hingga menjadi sebuah embun. Rupanya embun tersebut terbentuk dari titik-titik air kecil bersuhu udara semakin tinggi, sehingga membuat titik dari embun kian banyak berkumpul memadat dan membentuk awan.

Sementara itu, menurut kajian Neilburger pada tahun 1995 yang mengungkapkan bahwa tetes-tetes air memiliki ukuran jari sekitar 5-20 mm. Dimana dalam ukuran tersebut pada tetesan air akan jatuh dengan kecepatan 0,01-5 cm/detik, sedangkan kecepatan aliran udara  ke atas jauh lebih tinggi sehingga tetesan air tersebtut tidak akan jatuh ke bumi.

Adanya Bantuan Angin

Adanya bantuan angin dari udara akan menimbulkan tiupan yang membantu awan-awan bergerak ke tempat yang lain. Pergerakan angin juga memberikan pengaruh besar terhadap awan, sehingga membuat awan kecil semakin menyatu, dan kemudian membentuk awan yang lebih besar lagi. Selanjutnya juga bergerak ke langit atau ke tempat yang mempunyai suhu lebih rendah. Semakin banyak butiran awan yang terkumpul awan maka akan berubah warna menjadi kian kelabu.

Hujan Turun

Apabila awan sudah berubah semakin kelabu, maka titik-titik air menjadi kian berat. Karena itulah, titik-titik air tidak terbendung lagi dan membuat butiran-butiran air jatuh ke permukaan bumi. Dari sinilah, proses terjadinya hujan berlangung dimana nantinya air hujan akan terus menerus membahasi daerah di sekitarnya.

Hujan pada Awan Hangat


Ketika proses terjadinya hujan pada awan hangat merupakan cara saat uap air mulai terangkat dari permukaan bumi. Setelah itu, menuju atmosfer akan terjadi proses kondensasi yang bisa menimbulkan uap air mengalami proses evaporasi (pengembunan) dengan adanya sumber garam yang berasal dari air laut.

Adapun sifatnya yang cukup higroskopik pada saat akan dimulai proses kondensasi partikel-partikel sehingga berubah menjadi titik-titik air yang semakin banyak, kemudian akan mengendap dan membentuk awan. Partikel inilah yang mengelilingi debu dan kristal garam yang terdapat di permukaan awan dan akan menebal. Dari situlah menjadi berat dan tak bisa ditampung lagi sehingga mulai jatuh dari awan menjadi hujan.

Hujan pada Awan Dingin


Terjadinya hujan pada awan dingin ketika titik-titik air sudah menjadi kristal es dan semakin bertambah banyak melalui air sangat dingin, serta deposit uap air. Di dalam proses hujan awan dingin maka peranan kristal es dalam membentuk awan dingin sangat penting, sehingga biasa disebut sebagai proses kristal es.

Pada saat udara naik hingga melebihi atmosfer, titik air setelah terjadi embun mulai berubah menjadi awan, kemudian di dalam ketinggian tertentu sumbunya berada di bawah titik beku. Selanjutnya awan akan berubah menjadi titik kristal es kecil dan udara di sekitarnya tidak terlalu dinfin sehingga memicu butiran salju. Namun ketika salju melewati awan hangat, maka salju akan mencair menjadi hujan.

Demikian sedikit informasi mengenai proses terjadinya hujan. Semoga semakin menambah khazanah ilmu pengetahuan tentang fenomena alam yang terjadi di muka bumi ini, seperti hujan.

Belum ada Komentar untuk "Ketahui Proses Terjadinya Hujan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel