Kenali Pengertian Bullying dan Segala Bentuknya

Pengertian Bullying - Belakangan ini banyak korban bullying yang melaporkan kepada pihak berwajib. Hal ini pun tak terlepas dari maraknya media online yang saling membuli satu sama lain hanya masalah sepele. Bahkan tak jarang di beberapa sekolah masih terjadi bullying antar senior dan junior. Naasnya bullying sebagai tindakan negative menuai kontroversi karena memakan korban jiwa hingga nyama melayang.

Kenali Pengertian Bullying dan Segala Bentuknya


Mungkin kata bullying bisa diartikan sebagai kekerasan, penindasan, dan intimidasi. Tentu saja ketika padanan kata tersebut menunjukkan pengertian bullying yang sebenarnya sesuai dengan fakta yang terjadi di masyarakat. Kini kasus bullying semakin t erekspos ke media massa yang membuat trauma bagi korban yang dibuli. Lantas, seperti apakah sebenarnya definisi bullying yang sesungguhnya? Simak ulasan berikut ini.

Definisi Bullying


Pengertian bullying menurut Olweus (2005), bullying merupakan suatu tindakan atau perilaku agresif yang disengaja, yang dilakukan oleh sekelompok orang/seseorang secara berulang-ulang dan dari waktu ke waktu terhadap seorang korban yang tidak dapat mempertahankan dirinya dengan mudah atau sebagai sebuah penyalahgunaan kekuasaan atau kekuatan secara sistematik.

Sementara itu, menurut Black dan Jackon (2007), bullying adalah perilaku agresif tipe proaktif yang di dalamnya terdapat aspek kesengajaan untuk mendominasi, menyakiti dan menyingkirkan, adanya ketidakseimbangan kekuatan baik secara fisik, usia, kemampuan kognitif, keterampulan, maupun status sosial, serta dilakukan secara berulanh-ulang oleh satu atau beberapa anak terhadap anak lain.

Proses Terjadinya Bullying


Bullying adalah salah satu bentuk perilaku agresif yang biasanya diwujudkan dengan perlakuan secara tak sopan, bahkan penggunaan kekerasan atau paksaan dalam mempengaruhi seseorang. Bullying juga merupakan perilaku yang dilakukan secara berulang kali dan melibatkan  ketidakadilan antara kekuatan dan kekuasaan antar individu. Perilaku bullying meliputi pelecehan verbal, kekerasan fisik dan paksaaan seseorang. Faktor pemicunya yakni atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan.

Kebanyakan bullying bisa terjadi dalam setiap konteks antara manusia berinteraksi satu sama lain, misalnya di keluarga, sekolah, rumah, lingkungan, dan tempat kerja. Sedangkan konteks bullying yang lebih kompleks dilakukan oleh sekelompok orang, yakni antara kelompok sosial rendah dengan kelompok sosial tinggi, dan akibatnya terjadi kesenjangan sosial. Tidak hanya itu, bisa saja terjadi antar Negara akibat adanya ketidakseimbangan kekuatan dan kekuasan.

Perilaku bulliying pun terjadi bukan hanya karena faktor emosi belaka atau konflik yang harus diselesaikan. Namun bullying lebih terjadi akibat perasaan superior, sehingga seseorang merasa mempunyai hak untuk menghina, menyakiti, atau mengendalikan orang lain yang dianggap rendah atau tidak berharga. Dengan kata lain, bullying termasuk perilaku intoleransi terhadap perbedaan dan kebebasan.

Beberapa perilaku bullying melakukan tindakan tersebut mungkin karena tidak mengerti akan akibat yang ditimbulkannya. Mungkin dia akan berhenti jika tindakannya akan merugikan orang lain. Namun beberapa orang akan melakukannya secara sengaja karena terinspirasi dan meniru dari media masaa, media online dan lingkungan sekitar. Kelompok bullying inilah yang sangat berbahaya karena menganggap perilakunya akan mendapatkan apa yang diinginkan, baik itu status sosial, materi, atau kekuasaan.

Ciri-ciri Pelaku


 Ciri-ciri perilaku bullying menurut Astuti (2008), yakni (1) hidup berkelompok dan menguasi kehidupan sosial siswa di sekolah; (2) menempatkan diri di tempat tertentu di sekolah atau sekitarnya; (3) merupakan tokoh popular di sekolah; (5) gerak-geriknya seringkali dapat ditandai, yakni sering berjalan di depan, sengaja menabrak, berkata kasar, dan menyepelekan.

Jenis dan Bentuk Bullying 


Menurut Colorosi  (2006) perilaku bulling dapat dikategorikan menjadi empat bentuk, yaitu:

Bullying Secara Verbal

 Bullying secara verbal merupakan bullying yang biasanya diawali dari perilaku pribadi seseorang, dan bisa menjadi langkah pertama untuk menuju pada kekerasan yang lebih lanjut. Contoh bullying seperti ini adalah celaan, fitnah, julukan nama, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan pelecehan seksual, terror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan yang tidak benar, serta kasak-kusuk keji dan keliru, gossip, dan lain sebagainya.

Bullying Secara Fisik

 Bullying secara fisik yang mudah diidentifikasi karena kejadiannya dilakukan dalam bentuk fisik. Tak jarang bullying ini dilakukan oleh kalangan remaja yang pada akhirnya beralih pada tindakan-tindakan kriminal. Contoh bullying secara fisik adalah menendang, memukuli, menampar, mencekik, menggigit, meludahi, mencakar, dan merusak fasilitas lain.

Bullying Secara Relasional

Bullying secara relasional dilakukan dengan cara memutuskan relasi-hubungan sosial seseorang. Adapun tujuannya adalah untuk melemahkan diri korban secara sistematis melalui pengucilan, penghindaraan, hingga pengabaian. Contoh bullying ini adalah perilaku agresif, lirikan mata, helaan napas, cibiran, tawa mengecek dan bahas tubuh mengecek.

Bulliying Elektronik

Bullying elektronik ialah bentuk perilaku bullying yang dilakukan melalui sarana elektronik, misalnya handphone, internet, website, komputer, e-mail, chatting room, dan SMS. Biasanya ditunjukkan untuk meneror korban menggunakan bentuk tulisan, animasi, gambar, dan rekaman video atau film yang bersifat mengintimidasi, menyudutkan, dan menyakiti.

Demikian pengertian bullying dan segala bentuknya yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat bagi Anda semua. Terima kasih.

Belum ada Komentar untuk "Kenali Pengertian Bullying dan Segala Bentuknya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel