Fungsi Jaringan Hewan dan Struktur tubuhnya

Struktur dan Fungsi Jaringan Hewan - Perlu Anda ketahui jika dilihat dari segi jumlah sel, hewan dibagi menjadi Protozoa (hewan bersel satu), dan Metazoa (hewan bersel banyak). Pada hewan bersel banyak, maka memiliki kumpulan sel-sel dengan bentuk dan fungsi yang sama sehingga membentuk sebuah jaringan. Disini jaringan yang berbeda akan bergabung membentuk organ tubuh, dan kemudian membentuk sistem organ tubuh hingga akhirnya membentuk organisme (hewan).

Fungsi Jaringan Hewan dan Struktur tubuhnya
biologigonz.blogspot.com


Organisme (hewan), termasuk manusia memang memiliki struktur jaringan dan fungsi sendiri untuk bisa menjalankan tugas-tugasnya di dalam tubuh. Antara struktur jaringan satu dengan yang lainnya tentu saling terhubung agar mudah melakukan fungsinya. Nah, inilah informasi struktur dan fungsi jaringan hewan yang perlu Anda ketahui.

Jaringan Embrional

Jaringan embrional adalah jaringan yang berasal dari hasil pembelahan sel zigot. Jaringan embrional ini mengalami spesialisasi menjadi tiga lapisan jaringan (triploblastik), yakni lapisan luar, ectoderm, lapisan tengah, mesoderm, dan lapisan dalam entoderm. Contoh hewan troploblastik adalah Mollusca, Chordata, Arthropoda, dan Annelida. Sedangkan 2 lapisan jaringan (diploblastik), yakni lapisan ektoderm dan endoderm. Contoh hewan diploblastik adalah Coelenterata.

Jaringan Epitelium

 Jaringan epitelium adalah jaringan penutup permukaan tubuh sebelah luar, dan sebelah dalam. Permukaan sebelah luar tersebut yakni kulit, dan permukaan sebelah dalam adalah permukaan dalam usus, pembuluh darah, rongga tubuh, dan paru-paru. Jaringan epitelium berasal dari perkembangan lapisan mesoderma, ektoderma, dan endoderma. Ada beberapa jenis jaringan epitelium, yaitu:

  • Epitel Pipih Selapis, yang memiliki fungsi untuk proses sekresi, filtrasi, difusi, dan osmosis. Contohnya pembuluh darah kapiler, selaput pembungkus jantung, pembuluh limfe, dan alveolus.

  • Epitel pipih berlapis banyak, berfungsi sebagai perlindungan. Contoh kulit telapak kaki, rongga hidung, rongga mulut, dan anus.

  • Epitel kubus selapis, berfungsi untuk proses sekresi dan perlindungan. Contohnya nefron ginjal, permukaan ovarium dan lensa mata.

  • Epitel kubus berlapis banyak, befungsi untuk proses sekresi dan absorbs. Contoh kelenjar ludah, testes, dan kelenjar keringat.

  • Epitel silindris selapis bersilia tidak bersilia, berfungsi untuk penyerapan nutrisi. Contohnya lambung, usus, oviduk, uterus.

  • Epitel silindris berlapis banyak, berfungsi untuk sekresi dan pelindung. Contoh laring, faring, kelenjar ludah, dan trakea.

  • Epitel silindri berlapis semu/silindris bersilia, berfungsi untuk sekresi dan pelindung. Contohnya trakea, dan rongga hidung.

  • Epitel transisional, berfungsi untuk saluran eksresi. Contoh ureter, uretra, dan kandung

Jaringan Ikat

Struktur dan fungsi jaringan selanjutnya adalah jaringan ikat, yang memiliki berbagai jenis jaringan diantaranya:

  • Jaringan ikat padat, berfungsi untuk menghubungkan berbagai organ di dalam tubuh, misalnya pada katup jantung, fasia, tendón, kapsul persendian, dan ligamen.

  • Jaringan tulang rawan (kartilago), berfungsi untuk memperkuat rangka pada embrio dan saat tumbuh dewasa. Kartilago dibedakan menjadi tiga, yaitu kartilago hialin (matriks berwarna putih kebiruan dan transparan, kartilago elastis (matriks berwarna kuning), dan kartilago fibrosa (matriks berwarna gelap dan keruh).

  • Jaringan ikat longgar, berfungsi sebagai pembungkus organ-organ tubuh dan menghubungkan bagian dari jaringan lainnya. Misalnya selaput perut, pembungkus pembuluh darah, selaput mielin pada akson saraf, dan lapisan subkutan kulit.

  • Jaringan limfe (getah bening), berfungsi mengedarkan asam lemak dan gliserol ke seluruh tubuh dan sebagai alat pertahanan tubuh. Contoh pada organ timus, nodus limfa, dan tonsil.

  • Tulang sejati (osteon), dibedakan menjadi tulang kompak (tulang keras/tulang padat dengan matriks tersusun rapat), dan tulang spons (tulang bunga karang dengan matriks tersusun longgar).

  • Jaringan darah, berfungsi sebagai pengangkutan O2 dan CO2, mengangkut sisa metabolisme, sisa-sisa makanan, hormon, dan alat pertahanan tubuh. Komponen utama, yakni cairan berisi sel darah merah, sel darah putih, keping-keping darah, dan cairan plasma darah.

   Jaringan Saraf

         Jaringan saraf merupakan neuron (sel saraf) yang berfungsi sebagai pengatur kinerja organ-organ di dalam tubuh bersama dengan sistem hormon. Bagian-bagian dari neuron atau sel saraf adalah sebagai berikut:

  • Dendrit, berfungsi untuk membawa rangsangan ke badan sel

  • Badan sel, adalah bagian sel saraf yang memiliki kandungan nukleus (inti) dengan nukleolus (anak inti) di tengahnya.

  • Neurit (akson), berfungsi untuk membawa rangsangan dari badan sel ke neuron lain. Akson sendiri tersusun dari selubung mielin (sebagai pemberi nutrient bagi akson dan isolator), dan selubung neurilema (sebagai regenerasi akson dan dendrit yang rusak)

Jaringan Otot

Jaringan otot memiliki struktur penyusunan yang dapat dibedakan menjadi:

  • Otot rangka/lurik, yakni otot yang terdapat pada seluruh rangka tubuh, mata, dan anus.

  • Otot jantung, adalah otot yang terletak di bagian dinding jantung dan vena besar menuju ke jantung.

  • Otot polos, seperti pembuluh darah, rahim, kandung kemih, dan usus.

Demikian informasi dari struktur dan fungsi jaringan hewan yang harus Anda kenali. Semoga bermanfaat bagi Anda semua. Terima kasih.

Belum ada Komentar untuk "Fungsi Jaringan Hewan dan Struktur tubuhnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel