Contoh Susunan Acara Maulid Nabi

Contoh Susunan Acara Maulid Nabi - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan peringatan yang digelar setiap tahun dimana itu merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah. Tradisi perayaan ini memang sudah lama sejak dulu dan berkembang dalam masyarakat Islam. Tak hanya itu, ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Di setiap desa, biasanya digelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar secara rutin setiap tahun. Pada artikel ini akan membahas mengenai contoh susunan acara Maulid Nabi Muhammad SAW secara lengkap.

Berikut contoh susunan acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

  1. Pembukaan


Pada awal acara, pembukaan biasanya diawali dengan  pembacaan ayat suci Alquran. Pembawa acara mengajak semuanya untuk terlebih dahulu dengan membacakan fatihatul kitab (al-fatihah). Dengan adanya pembacaan al-fatihah, mudah-mudahan acara ini bisa berjalan dengan lancar dan tanpa ada halangan sedikitpun.

  1. Membacakan ayat-ayat suci Alquran


Pembawa acara mengundang seorang ustad Yusuf Abdullah untuk membacakan ayat-ayat suci Alquran. Setelah membacakan, pembawa acara berharap dengan bacaan ayat-ayat suci Alquran ini bisa bermanfaat bagi semuanya, sehingga bisa diberikan pahala kepada pembaca serta khususnya kepada semua pendengar atau seluruh tamu hadirin di acara ini.

  1. Membacakan shalawat Nabi Muhammad SAW


Selanjutnya, memasuki sesi ketiga yakni membacakan shalawat Nabi Muhammad SAW yang akan dipimpin oleh seorang ustad Zainuddin. Membacakan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga bercermin dari penghormatan, iman, serta kecintaan kepada beliau, dan juga berdzikir kepada Allah SWT.

  1. Sambutan Ketua Panitia


Pada sesi ini, ketua panitia  memberikan sambutan atas terselenggaranya acara ini. Ketua panitia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu hadirin yang hadir dan menyempatkan waktu untuk datang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

  1. Ceramah Agama


Ini menjadi sesi yang paling ditunggu-tunggu oleh semua tamu hadirin. Pembawa acara mempersilahkan KH. Ahmad Sodikin untuk memberikan ceramah agama.

  1. Penutup


Pembawa acara menutup acara ini dan sebelumnya akan dibacakan doa penutup oleh KH. Ahmad Sodikin.

Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW di berbagai daerah dirayakan dengan tradisi yang berbeda-beda. Walaupun cara yang dilakukan mereka berbeda-beda, namun tujuannya tetap merayakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Berikut tradisi-tradisi yang dilakukan di berbagai daerah.

  1. Grebeg Maulud (Yogyakarta)


Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta merupakan puncak untuk merayakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang ditandai dengan keluarnya beberapa gunungan.

  1. Baayun Maulid (Banjarmasin)


Tradisi yang berasal dari Banjarmasin ini juga diikuti oleh banyak masyarakat, mulai dari usia bayi hingga orang dewasa.  Bahkan, yang berpartisipasi pada acara ini diayun dengan ayunan yang dibuat secara khusus dengan hiasan berbagai macam benda dengan memiliki makna-makna serta harapan tertentu untuk orang yang diayun.

  1. Dulangan (Lombok)


Ini adalah tradisi yang berasal dari Lombok dengan mengeluarkan 1 dulang yang terdiri dari nasi, lauk, jajan, buah, dan lain-lain. Setelahnya, dulang yang dibawakan oleh mereka dibawa ke masjid dan dimakan bersama-sama.

  1. Perahu Hias (Tangerang)


Tradisi yang satu ini sangat unik, karena tradisi ini membuat sebagian besar warga mengarak perahu kertas berukuran besar yang selanjutnya dibawa ke aliran sungai Cisadane. Ternyata tradisi seperti ini merupakan  tradisi turun-temurun, namun tujuannya tetap menyambut peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Demikian contoh susunan acara Maulid Nabi Muhammad SAW bersama dengan beberapa tradisi yang biasa dilakukan pada saat peringatan ini.

 

Belum ada Komentar untuk "Contoh Susunan Acara Maulid Nabi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel