2 Strategi Dakwah Rasulullah di Mekah tertutup dan terbuka

Belajar sejarah Rasullah tentu tidak meninggalkan strategi dakwah Rasululah di Mekah. Strategi adalag cara atau langkah yang di gunakan oleh Nabi Muhammad atau Rasulullah pada saat menyampaikan dakwahnya dengan tujuan supaya dakwah yang beliau berikan kepada umat dapat di terima dengan mudah. Kemudian pada saat iu Nabi Muhammad mencari langkah atau strategi  berdakwah dengan cara bertahap agar kalangan masyarakat Arab dapat mudah menerima pesan dan kesan dari dakwah beliau.

Dakwah Nabi Muhammad SAW. Secara garis besar terbagi menjadi dua periode, yaitu periode Mekah dan periode Madinah. Nabi Muhammad berdakwah di Mekah berlangsung selama 13 tahun dan di lakukan secara sembunyi-sembunyi. Lalu 10 tahun kemudian beliau melanjutkan dakwahnya dengan cara terang-terangan. Sedangkan dakwah di kota Madinah berlangsung selama 10 tahun terhitung sejak Nabi Muhamad hijrah ke Madinah sampai pada akhirnya beliau wafat dan meninggalkan seluruh umat.

Strategi dakwah nabi Muhammad secara sembunyi-sembunyi

Pada awal mulanya, Nabi Muhamad SAW. Berdakwah di Mekah dengan cara sembunyi-sembunyi agar tidak menimbulkan kecurigaan terutama dari kaum Quraisy Mekah. Beliau memberikan pengajaran yang berisikan 3 hal yaitu keesaan Tuhan, penghapusan patung-patung berhala yang di sembah kau Quraisy, dan kewajiban untuk beribadah hanya demi Allah semata. Kemudian pada dakwah secara sembunyi-sembunyi ini dari pihak terdekat atau keluarga bersedia masuk agama Islam. Mereka adalah istri Nabi yang bernama Khadijah, anak angkat Nabi Zaid bin Harisah, sepupu Nabi Ali bin Abi Thalib, dan sahabat Nabi Abu Bakar. Strategi dakwah Rasulullah di Mekah dengan cara ini cukup berhasil dan semakin banyak para sahabat terdekat Nabi yang sudah masuk muslim ikut menyebarkan Agama Allah kepada para keluarga dan sahabatnya.

Diantara para keluarga atau sahabat Nabi yang paling setia dan berpengaruh membantu Nabi dalam berdakwah secara sembunyi-sembunyi adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Abu Bakar adalah sahabat Nabi Muhammad yang sangat mendominasi dalam memperjuangkan Islam. Abu Bakar memiliki kehalian dan kemampuan sebagai pembicara yang handal, sehingga saat beliau berdakwah banyak sekali kaum yang kagum dan terpengaruh dengan apa yang di sampaikan. Kegiatan dakwah secara sembunyi-sembunyi terus berlangsung sampai pada turun wahyu yang kedua dari Allah untuk melanjutkan dakwah secara terang-terangan.
2 Strategi Dakwah Rasulullah di Mekah tertutup dan terbuka

Strategi dakwah Rasulullah secara terang-terangan

Pada strategi Rasulullah secara terang-terangan ini, beliau atau Nabi Muhammad mengumpulkan orang-orang dari Bani Muthalib dan Abdi Manaf yang berjumlah kurang lebih adalah 45 orang. Nabi Muhammad mengungkapkan tujuannya tidak lain untuk berdakwah Islam. Namun Abu Lahab yang merupakan keturunan dari Bani Muthalib dan Abdi Mnafa menyela dan menghentikan dakwah Nabi Muhammad untuk segera membatalkan rencana-rencana beliau terutama dalam berdakwah. Mereka juga mengancam Nabi Muhammad untuk di perangi oleh kaum Quraisy jika tetap bertekad melanjutkan dakwahnya. Namun Nabi Muhammad tetap melanjutkan strategi dakwah Rasulullah di Mekah yang kedua kalinya yaitu dengan berdakwah secara terbuka kepada semua kalangan.

Salah seorang dari kaum tersebut mendukung penuh dengan apa yang di sampaikan Nabi Muhammad. Orang tersebut tidak lain adalah Abu Thalib yang merupakan paman Nabi sendiri. Abu Thalib juga berjanji akan melindungi jiwa raga Nabi Muhammad selama menyampaikan dakwahnya di manapun berada. Lalu semakin banyak kaum Quraisy yang menganut ajaran Islam dan tidak sedikit mereka yang bertahan pada pendiriannya untuk memusuhi orang Islam.

Semoga dapat menambah wacana dan pengetahuan sejarah kebudayaa Islam kita.

Belum ada Komentar untuk "2 Strategi Dakwah Rasulullah di Mekah tertutup dan terbuka"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel